Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

Makna Rahina Suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali :

Sugihan Jawa adalah penyucian makrokosmos atau buana agung atau alam semesta sebagai tempat kehidupan. Penyucian atau Pembersihan ini secara sekala dilakukan dengan membersihkan pelinggih atau tempat-tempat suci yang digunakan sebagai tempat pemujaan.

Sugihan Bali adalah penyucian buana alit atau diri sendiri (mikrokosmos) sehingga bersih dari perbuatan-perbuatan yang ternoda atau pembersihan lahir dan batin. Pembersihan dapat dilakukan dengan melukat, sarananya dapat menggunakan bungkak nyuh gading. 

Dengan adanya kesucian lahir dan batin, umat sedharman lebih bisa memaknai Hari Suci Galungan, sebagai kemenangan dharma melawan adharma (Kebaikan melawan Kejahatan).


Pada hari ini hendaknya sudah mempersiapkan diri menyambut rahinan suci Galungan. Persiapkan segala sesuatunya seperti :


Menjemur. mengecek wastra pelinggih, memasang pada tiap-tiap pelinggih kemulan/merajan dan pelinggih lainnya diluar kemulan.


Baca Juga:


#CARA PASANG ETEH-ETEH KEMULAN/MERAJAN


BANTEN RING PAIBON (Pura Ibu/Dadia)

Sugimanek Jawa atau Sugihan menak Jawa, Polih Pemedalan Ring Pura Dadia :

D'Mastika : Banten Pengambean

Kembar (Bomer) : Banten Tipat Kelanan

Tipat Kelanan
Banten Tipat Kelanan
AdiMantra (Lekonk) : Banten Guru Lan Segehan Ajengan Putih

Banten Guru Lan Segehan Ajengan Putih
Banten Guru Lan Segehan Ajengan Putih
Ngaryanin Banten Pejati Untuk di Kemulan sebagai ulun banten asiki, megilir sareng tiga, Terakhir dibuat Ni Komang Sumiati 18 Juli 2019


Ngaryanin Banten Sodaan di rong dua atanding, juga megilir sareng tiga, Terakhir dibuat Ni Komang Sumiati 18 Juli 2019

Pejati Sesuai Sastra Sundarigama
Pejati Sesuai Sastra Sundarigama

Banten Sodaan
Banten Sodaan

Untuk Banten Pejati dan Banten Sodaan mulai dari Sugimanek jawa, Galungan dan Kuningan dibuat bergilir tiga bersaudara. 

Bergilir Pejati dan banten sodaan Kemulan /Tgl 24 Juli dan 2 Agustus 2019:
#Galungan, pejati dan sodaan dibuat mboktu
#Kuningan, pejati dan banten sodaan dibuat agung

Mekesami Ngarya Banten Penyakcak Untuk ring Kemulan dan Pura Ibu (Pura Dadia), 

Banten Penyakcak (1)
Banten Penyakcak
Sane sampun memargi banten penyakcak puniki mebagi tiga, karena bertiga masing-masing ngaryanin 10 tanding.


Banten Penyakcak Mekesami ring rumah (kemulan lan pelinggih-pelinggih diluar kemulan), Total berjumlah : 15 tanding dan 15 tanding lagi untuk ke pura Ibu (paibon).



DAKSINA LINGGIH masing-masing dibuat setiap kepala keluarga (KK), untuk ngentosin (daksina linggih yang sebelumnya di gentosang) pelinggih-pelinggih ring paibon.

Daksina Linggih
Daksina Linggih
Khusus untuk I Nengah Sudiarsa ( Ni Nengah Sari): Saat Sugimanek jawa ini mendapatkan pesu-pesuan :


Daksina, Tegen-tegenan, Basokan, Butenan, Krikkramas
Daksina, Tegen-tegenan, Basokan, Butenan, Krikkramas

BACA JUGA RUNTUTAN RAHINA SELANJUTNYA:
Penyekeban, Penyajaan, Penampahan dan Galungan

TEMPAT SEMBAHYANG: 

Kemulan, Pura Dadia, Yening Mersidayang tangkil ke Pura Desa (Tampuagan) Sawireh Galah Sembahyang Pateh Pukul 4 Sore, tetapi biasanya I Nengah sudiarsa ke desa nendunin krama desa untuk ngambil bagian be guling yang di recah, karena krama desa menghaturkan guling ring Pura Desa.

Artikel Sugihan Jawa dan Sugihan Bali ini dikhususkan untuk admin sebagai umat Hindu yang taat dan selalu bersyukur atas karunia (paice) Ida Bhatara. Pembagian banten lan upakara dalam pembahasan artikel ini untuk sanggah kemulan lan pura Paibon sang admin. Suksma.

13 Responses to "Sugihan Jawa dan Sugihan Bali"

  1. Website nya bagus bli, cepat ringan di akses jaringan lemah seperti saya, isi artikel juga menarik luar biasa, boleh tau tips triknya biar cepet, apakah ini pakai wordpress?? salam dari tangerang ya bli lastyoungboy.blogspot.com, maaf baru mampir sedang sibuk. om suastiastu.

    ReplyDelete
  2. Ternyata beda ya tata cara persugihan jawa dan bali

    ReplyDelete
  3. Ternyata sugihan ini memiliki pengertian yang berbeda ya. Yang pasti budaya itu harus terus dilestarikan

    ReplyDelete
  4. Makasih atas berbaginya. Saya jadi tahu sedikit tentang bali.

    ReplyDelete
  5. Infonya bermanfaat sekali saya jadi menambah pengetahuan

    Trm ksh

    ReplyDelete
  6. halo lastyoungboy disini, salam sejahtera artikelnya bagus untuk refrensi kebudayaan dan pariwisata,,

    ReplyDelete
  7. Sugihan itu nama desa saya yang artinya sdmoga penduduknya sugih (kaya)

    ReplyDelete
  8. Sangat bermanfaat buat kami yang membutuhkan informasi ini. Terimakasih sudah sudi menulis artikelnya

    ReplyDelete
  9. informasi yang sangat bermanfaat..

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel