Anggara Kasih Perangbakat : Piodalan Pura Dalem Tampuagan

Puraku
Pura Dalem Tampuagan, Karangasem
Anggara Kasih Perangbakat : Apabila dijabarkan pengertian dari Anggara adalah memberikan atau mengulurkan, sedangkan Kasih adalah Cinta atau Shanti atau bisa juga diartikan Damai.

Perangbakat adalah wuku bagian dari suatu siklus dalam penanggalan Bali yang berumur tujuh hari (satu minggu). Jumlah total siklus dalam penanggalan Bali adalah 30 wuku.

Jadi bisa disimpulkan Anggara Kasih Perangbakat merupakan hari raya untuk bersyukur dengan memberikan yadnya ke Tuhan, yadnya yang tulus ikhlas dengan kasih yang utama.

Air, udara, matahari, tanah, api, tumbuh-tumbuhan, semua fasilitas itu kita nikmati secara gratis. Karena kasih-Nya yang tidak terbatas, Tuhan tidak pernah menuntut agar fasilitas itu dibayar oleh umat manusia.

Anggara Kasih juga bisa dimaksudkan dengan perdamaian, persahabatan atau Cinta kasih sayang.

Bagi umat manusia kebanyakan kemungkinan tanggal 14 Februari adalah hari valentine atau hari kasih sayang tetapi untuk umat Hindu di Bali secara khusus memiliki hari kasih sayang yang spesial yakni Anggara kasih.

Untuk di daerah Bali timur khususnya Pura Dalem Tampuagan, Karangasem, melaksanakan Piodalan yang setiap tahun diadakan. Tepatnya pada Rahina Anggara Kasih Perangbakat.

Berikut ini Admin sekaligus sebagai pemogpog (krama banjar, tetapi berdomisili/tinggal di luar kabupaten) memperoleh kewajiban dalam ayahan yadnya mempersiapkan prasarana pesu-pesuan banten.

Pesu-pesuan Banten Pura Dalem:
  • Banten Bayuhan (untuk di caru)  atanding
  • Sodaan Ajengan Putih (untuk di caru) atanding
Pesu-pesuan banten punika nenten di lungsur/surud

Baca Juga Artikel Lainnya;
Untuk Video dan galeri acara saat piodalan ring pura dalem Tampuagan menyusul :
Coming soon...

1 Response to "Anggara Kasih Perangbakat : Piodalan Pura Dalem Tampuagan"

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel