Penyekeban, Penyajaan, Penampahan dan Galungan

Setelah melewati hari raya Sugihan Menak Jawa dan Bali, dilanjutkan dengan runtutan rahina suci Galungan, mulai dari :

Penyekeban: Secara umum umat hindu melaksanakan kegiatan nyekeb buah-buahan agar bisa dipakai sebagai sarana upakara rahina suci galungan, tetapi Secara filosofi penyekeban Galungan bisa diartikan agar manusia mengecilkan ego perbuatannya sehingga bisa lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Penyajaan: Umumnya umat hindu membuat berbagai jajanan seperti begina (rengginang), jaje uli, dodol, tape dan lainnya, agar bisa dipakai pada upakara rahina suci Galungan, tetapi Secara filosofis Penyajaan Galungan diartikan usaha untuk meghasilkan sesuatu ciptaan yang bersifat manis dan berguna bagi umat manusia.

Penampahan Galungan: Secara filosofis maka perayaan penampahan Galungan sebenarnya dititik beratkan dalam usaha untuk membasmi sifat hewani yang ada di dalam diri manusia, sehingga dalam perayaan Galungan keesokan harinya kita bisa terbebas dari sifat hewani tersebut. 

Contohnya : Babi merupakan simbol dari kemalasan, sehingga dengan memotong babi maka secara simbolis kemalasan dapat dihilangkan. Penampahan Galungan juga diikuti dengan acara Natab Byakala di sore hari untuk pembersihan diri. 


Saat ini arti filosofi dari penampahan Galungan secara perlahan-lahan sudah digantikan dengan arti harfiahnya yaitu pemotongan babi untuk persiapan Galungan. Ketidak-mengertian ini bisa jadi akan menimbulkan efek samping yaitu diikuti dengan mabuk-mabukan dan lain sebagainya.

PESU-PESUAN BANTEN SAAT PENAMPAHAN GALUNGAN UNTUK DIRUMAH DARI TIGA BERSAUDARA 
 Banten dibagi menjadi tiga dan dilakukan rolling (bergantian/memutar).

Update Tgl 24 Juli 2019

Adi Mantra (Komang) : Banten Durmanggala

Banten Durmanggala
Banten Durmanggala ditanding pakai ngiu/nare/nampan yang berisi aledan sayut, telur dibungkus pada aledan peras atau "ayam ijo", tulung urip dan tulung jongkok berisi ajengan (diatas ajengan berisi kacang saur).

Sekar taman sebelah kiri berisi jajan kukus putih, dikanan berisi jajan kukus kuning, jahitan petagas berisi bunga lengkap, cemper ditengah-tengah berisi linmas di atas linmas berisi toya anyar, tangkih sebelah kiri berisi bija ratus, sebelah kanan berisi baas mes.

Bantal pasung berisi jajan bantal, Tipat Gencean berisi ajengan aruan/ajengan yang sudah matang.

Berisi buu lengkap diikat jadi satu, Klungah ijo 1 dan sampian tangga ditanding berisi bungan lengkap.

Jahitan Lingga berisi bija ratus di sebelah kiri, dan jahitan sebelah kanan berisi beras, pis bolong dan benang putih.

Kojong rangkat berisi kacang saur dan telur.

Jahitan pisang terdiri dari 2 lubang (satu lubang berisi kojong 3 biji isi dari ketiga kojong, berisi bija ratus, buah mamak dan base 3 biji dugulung jadi satu lalu diikat pakai benang dan isi base tampin dan satu lubang lagi berisi buah, pisang, jaje uli dan jaje gine yang sudah di iris-iris diatasnya berisi sampian peras kecil yang sudah ditandng pakai bunga lengkap. 

Untuk jejaitan banten durmanggala semuanya harus berwarna ijo (jahitan memakai pal-palan).

D'Mastika (Mboktu)Banten Byakala

Banten Byakala / Biakala Karangasem

Kembar (Agung): Prayascita
Banten Prayascita
Banten Prayascita
Banten Prayascita 
Semua (Komang, Agung, Mbotu) membuat masing-masing "satu (1) segehan mance" yang isi dari 1 segehan mance tersebut 9tanding. Seperti pada gambar dibawah contohnya,


Segehan Manca Warna 9 Tanding
cth: Segehan Manca Warna 9 Tanding
Setiap Penampahan atau sebelumnya selalu memasang penjor di desa, dadia, rumah, nunas/nglungsur tirta ke gerya pedanda dan sorenya mebyakala. 

Penjor dibuat setelah melakukan pelabaan dari saiban/ngejot/mesoda dirumah, Menjor Saat Penampahan

***Untuk Penjor dilugas, dibuka/Dilebur saat Buda Kliwon Pahang atau Abulan Bali (35 Hari) setelah rahinan suci galungan.


Saat penampahan Galungan hendaknya tirta pabykalaan, durmanggala dan payascita sudah ada, dan lakukan pabyakalaan dahulu baru ngaturang banten penyakcak, sodaan ring kemulan.


PESU-PESUAN BANTEN SAAT GALUNGAN UNTUK DIRUMAH DARI TIGA BERSAUDARA 
Hari Raya Galungan : Dilihat dari segi filosofi ketiga rentetan persiapan Galungan diatas tersebut sebenarnya adalah proses untuk penyucian diri agar dalam perayaan Galungan kita benar-benar merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma.

 Banten dibagi menjadi tiga dan TETAP kecuali Banten Pejati (ulun banten) dan banten sodaan (rong dua) Bergilir
D'Mastika : 
Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (puseh & dalem), canang kecag 3 tanding, segehan mance warna 3 biji, jaitan ceniga 10 biji, gantung"an 10 pasang.
Kembar (Bomer) : 
Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (puseh & dalem), canang kecag 3 tanding, segehan mance warna 3 biji, jaitan ceniga 10 biji, gantung"an 10 pasang.
AdiMantra (Lekonk) : 
Penyakcak 18 tanding (dirumah 10 tanding sudah termasuk ibu dadong, dadie 8 tanding), Banten sokasi 2 (puseh & dalem), canang kecag 3 tanding, segehan mance warna 3 biji, jaitan ceniga 10 biji, gantung"an 10 pasang.

NB: Semua pesuan banten diatas (3 bersaudara) berisi tumpeng memakai sampian sayut dan tempat kacang saur+telur memakai kojong rangkat.


Banten Sokasi
Cth: Banten Sokasi
Segehan dan Canang Kecang 3 Tanding
Segehan dan Canang Kecang 3 Tanding Untuk Galungan
Setiap SUGIHAN, GALUNGAN, KUNINGAN => Pejati dan sodaan dibuat bergilir/bergantian oleh 3 bersaudara. 

#Semua banten penyakcak berisi tumpeng dan sampiyan sayut + Canang.


#Setiap penampahan galungan pesu-pesuan payasan penjor + buah


#Setiap galungan (3 bersaudara) pesu-pesuan gantungan (2 pasang) + ceniga (2 biji) + Canang seikhlasnya untuk pura dadie.



Setiap GALUNGAN sembahyang ;



Dikemulan, Kesawah (carike), Motor/Mobil, Kedadie, Kedesa Tampuagan, lalu ke Ibu dadong. 



Selanjutnya jika ada waktu setiap Manis Galungan bisa tangkil ke Pura Lempuyang karena pas rahina piodalan.

1 Response to "Penyekeban, Penyajaan, Penampahan dan Galungan"

  1. May I simply say what a comfort to find a person that genuinely understands
    what they're talking about online. You definitely realize how to bring a problem to light and make
    it important. More and more people should check this out and
    understand this side of the story. I was surprised you aren't more popular given that you surely
    possess the gift.

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel