CARA PASANG ETEH-ETEH KEMULAN/MERAJAN

ETEH-ETEH SANGGAH KEMULAN ADALAH perlengkapan sarana gantungan untuk berbagai hari raya hindu di Bali, secara khusus dan umumnya saat piodalan atau rahina suci Galungan lan Kuningan.

Seperti rahina suci galungan, kuningan dan rahina suci lainnya.

Berikut ilustrasi cara pemasangan dan penempatan eteh-eteh upakara untuk di sanggah kemulan/merajan.

RAHINA GALUNGAN:

Perbedaan prasarana rahina suci galungan lan kuningan terletak pada eteh-eteh atau gantung-gantungan yang dipergunakan.

Galungan hanya memakai Ceniga dan Gantung-gantungan saja.

Eteh-eteh BantenRAHINA KUNINGAN:

Rong Tiga : 

Tamiang 3pcs, Pajeng apasang, brengkong apasang {lebeng (cowok) dan matah (cewek) }, gantung-gantungan apasang, 

Rong Dua:

Tamiang Apasang, Pajeng apasang, Brengkong apasang

Lain-lainnya:

Pada Penunggun karang tidak berisi endongan/brengkong,

Yang berisi endongan ring Pura Ibu, Kemulan Rong 3, Rong 2, Taksu, Anglurah, Bhatari Sri, Sanggah Kembar, Pelangkiran-pelangkiran, motor dan mobil.

Brengkong lebeng total 30 biji dibagi 3 bersaudara (pukul rata pade 10 biji).

Setiap Kuningan pesu-pesuan untuk pura dadie : Brengkong matah lebeng + Tamiang + Gantungan (pade 1 pasang)

Pemasangan Brengkong : Brengkong dikiri dan Gantung"an dikanan (gantungan hanya 1 biji saja) tanpa memakai ceniga.

Setiap banten berisi sulangi (untuk nasi kuning) dan Sampiyan petangas + Canang.

Setiap KUNINGAN sembahyang sebelum pukul 12 siang sudah selesai kecuali di banjar juuk manis (karena ngerainin/nyungsung Ida Bhatara Bebotoh)

Setiap KUNINGAN sembahyang keliling, ada yang ke carik, prajepati, mobil dan dilakukan seperti saat galungan sebelumnya, bedanya jangan lewat sampai pukul 12 siang dan ada tambahan sarana tambahan brengkong serta lainnya.

Setiap SUGIHAN Menak Jawa, GALUNGAN KUNINGAN Pejati dibuat bergilir/bergantian oleh 3 bersaudara. 


Untuk informasi Lain tentang CARA PASANG ETEH-ETEH KEMULAN/MERAJAN atau pemasangan Gantung-gantungan lainnya akan diperbaharui secara berkala.

Terim Kasih.

Sumber: Referensi keluarga ditulis berdasarkan desa kala patra dan berdasar masing-masing perarem dadia.

0 Response to "CARA PASANG ETEH-ETEH KEMULAN/MERAJAN"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel