Urutan/Runtutan Sembahyang di Besakih Versi Redsobek

Sembahyang  ke Pura Besakih ada urutan/alur agar tidak salah kaprah atau keliru melakukan bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan tahap-tahapan lokasi persembahyangan mulai dari pura mana dan kemana pura selanjutnya sembahyang.

Seperti umumnya saya sendiri pribadi melakukan persembahyangan dimulai dari Pura Batur dilanjutkan ke Pura Besakih;

Sembahyang dari Pura Batur dilanjutkan ke Pura-pura di Besakih berawal dari Pura Dalem Puri ~> Pedharman Kawitan ~> Pura Gelap dan Lainnya ~> Penataran Agung

DALEM PURI
Pura Besakih-Dalem Puri
Pura Besakih-Dalem Puri
Pura ini letaknya di selatan Pura Penataran Agung. Berstana Bhatari Durga. Dahulu pura ini bernama Pura Dalem Kedewatan. Umat Hindu seusai mengadakan Upakara Pitra Yadnya, yaitu ngaben dan Memukur atau Ngeroras biasanya ke pura ini untuk mendak dan Nuntun Sang Pitara untuk diStanakan di Sanggah atau Pemerajan masing-masing.

Di sebelah Pura Dalem Puri terdapat suatu tanah lapang yang agak luas yang disebut Tegal Penangsaran, ditunggui sebuah Pelinggih Tugu kecil di sebelah timur. 

Piodalan di pura ini pada hari Buda Keliwon Ugu, sedang setiap tahun pada sasih Kepitu penanggal 1, 3 atau 5 diselenggarakan upakara Yadnya Ngusaba Kepitu. 

Di dalam pura inilah sejarahnya Sri Jayakasunu menerima pewarah-warah atau sabda dari bhatari Durga tentang Upacara Eka Dasa Rudra, Tawur Kesanga, Galungan, Kuningan dan lain – lainnya, yaitu setelah Sri Mayadenawa dihancurkan karena tindakannya menghalang-halangi masyarakat melakukan ibadah agamanya ke Pura Besakih.

Baca Juga Perjalanan Roh Manusia;
PEDHARMAN KAWITAN
Pura Besakih-Pedharman Mengwi Arya Kepakisan
Pura Besakih-Pedharman Dalem Mengwi-Shri Nararya Kresna Kepakisan (Arya Kepakisan)

Setiap pemedek yang tangkil ke pura besakih wajib melakukan persembahyangan di pura kawitan masing-masing dan tepat sekali hari ini dibuatnya artikel ini admin sembahyang di pura kawitan yakni Arya Kepakisan atau Pedharman Dalem Mengwi.

Ada dua pura pedharman yang banyak para pemedek awam/pemula belum mengetahui Perbedaan Antara Pedharman Dalem Mengwi (Arya Kepakisan) dan Pedharman Shri Aji Kresna Kepakisan.

Perbedaannya bisa dijelaskan seperti berikut;


1. Arya Kepakisan adalah salah seorang keturunan Airlangga, ketika itu jabatan beliau adalah Panglima Perang/ Pengawal Sri Kresna Kepakisan.

2. Sri Kresna Kepakisan adalah Raja I di Bali berkedudukan di Samprangan/ Samplangan yang diangkat oleh Raja Majapahit ketika itu: Tribhuwana Tunggadewi bersama patih agung Gajahmada. Beliau adalah keturunan Mpu Bharaddah.

Nama Kepakisan berasal dari pakis = paku = pacek artinya: pemimpin. Di Jawa Tengah dikenal Paku: Pakubuwono, Pakualam; di Jawa Timur dikenal Pakis: Kepakisan. Di Bali dikenal Pacek: Pasek

Pura Padharman Mengwi

Pura ini terletak disebelah timur Pura Panataran Agung Besakih. Pura ini sering disebut Padharman I Gusti Ngurah Mengwi (Kapakisan). Palinggih pokoknya adalah meru tumpang 7 merupakan Parhyangan dari Bhatara Sakti Blambangan atau sering disebut Bhatara Nararya Kapakisan. 

Panyungsungnya adalah keturunan atau pratisentana dari Nararya Kapakisan atau Arya Kapakisan, antara lain: Puri Mengwi, Karangasem, Negara, Keramas dan lain-lainnya. Piodalannya jatuh pada hari Saniscara Kliwon, wara Wayang atau sering disebut dengan Tumpek Wayang.


Sri Aji Kresna Kepakisan 
Sri Aji Kresna Kepakisan
Pedarman: Sri Aji Kresna Kepakisan


Sri Aji Kresna Kepakisan adalah raja yang memerintah Pulau Bali di bawah kekuasaan kerajaan Jawa Majapahit (1293-c.1527). Ia diperkirakan memerintah pada pertengahan abad ke-14, dan menjadi nenek moyang raja-raja Bali selanjutnya

Sri Aji Kresna Kepakisan adalah cucu seorang Brahmana namun dirinya adalah anggota kasta Ksatria. Ibunya adalah makhluk spiritual, sebuah apsara. Kedua kakak laki-lakinya adalah pangeran bawaan dari Blambangan dan Pasuruan di Jawa.

Sri Aji Kresna Kepakisan adalah cucu seorang Brahmana namun dirinya adalah anggota kasta Ksatria. Ibunya adalah makhluk spiritual, sebuah apsara. Kedua kakak laki-lakinya adalah pangeran bawaan dari Blambangan dan Pasuruan di Jawa.

PENATARAN AGUNG
Pura Besakih-Penataran Agung
Pura Besakih-Penataran Agung
Di sebelah utara Pura Basukihan terletak megah Pura Penataran Agung. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih, Pura Penataran Agung inilah yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di Besakih. 

Dalam Raja Purana Besakih dikatakan bahwa Pura Penataran Agung Besakih adalah tempat Pesamuaning Batara Kabeh.

Kebanyakan orang menyangka Pura Besakih itu hanya Pura Penataran Agung saja, padahal masih banyak lagi pura pura disekitar Pura Penataran Agung yang menjadi penyiwiannya, seperti pura pura pedharman, dan kahyangan kahyangan lain. 

Pujawali di Pura Penataran Agung jatuh pada hari Purnamaning Kapat, sedang mengaci lainnya ialah "Bhatara Turun Kabeh" pada setiap hari Purnama Kedasa, Tawur Panca Wali Krama sepuluh tahun sekali dan Tawur Eka Dasa Rudra 100 tahun Caka sekali.

Pura Penataran Agung terdiri dan 7 mandala yang melambangkan "Sapta Loka" atau tujuh lapisan alam, di tiap-tiap petak terdapat bangunan-bangunan palinggih.

Dengan Informasi yang Redsobek berikan mengenai Runtutan Persembahyangan di Pura Besakih diatas kiranya bisa dipakai acuan/referensi anda sembahyang secara umum dan tidak kurang kami mengharapkan pratinjau atau review anda mengoreksi penulisan atau informasi yang kami berikan agar bisa diluruskan menjadi artikel yang berguna untuk masyarakat luas. Svaha!

1 Response to "Urutan/Runtutan Sembahyang di Besakih Versi Redsobek"

  1. Terimakasih untuk infonya min, jadi tau urutan yg bener gimana. Ternyata selama ini saya salah urutan sembahyangnya�� blognya bagus, semoga kedepannya bisa buat blog yg bermanfaat kayak gini lagi. Terimakasih admin��

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel