Cara Membuat Daksina dan Makna Daksina Bali

DaksinaDi repost dari medsos dan berbagai referensi blog-blog terpercaya artikel Cara Membuat Daksina dan Makna Daksina Bali ini hendaknya bisa bermanfaat untuk kita semua.

Daksina ada beberapa jenis;

1. Daksina alit

Berisi berbagai unsur yang masing-masing unsurnya dipergunakan sebagai pelengkap dari banten lainnya atau bisa juga berdiri sendiri sebagai upasaksi banten (ulun banten)

2. Daksina pakala-kalaan (Manusa Yajna)

Isi daksina dilipatkan dua kali dengan ditambah dua tingkih dan dua pangi. Daksina ini dipakai biasanya saat ada upacara agama pernikahan dan upacara bayi.

3. Daksina krepa (Rsi Yajna)

Daksina yang isinya dilipatkan tiga kali. Kegunaannya lebih jarang, kecuali ada penebusan oton / menurut petunjuk rohaniwan atau sesuai petunjuk lontar khusus misalnya guna penebusan oton atau mebaya oton.

4. Daksina gede/pamogpog (upacara besar Hindu)

Berisi tandingan-tandingan banten yaitu seperti dasar daksina yang semacam serobong atau pada dasar daksina ada tampak taledan bundar.

Masukkan : 5 x coblong beras, 5 butir kelapa yang di atasnya berisi benang putih tukelan kecil, 5 kojong tampelan letakkan berkeliling, 5 kojong pesel-peselan, 5 kojong gegantusan, 5 kojong tebu, 5 kojong pisang, 1 cepér berisi 5 buah pangi, 5 buah kemiri (tingkih), 1 cepér berisi 5 butir telur bébék, Sampiyannya : basé ambungan (kekojong dari janur berisi basé lembaran dan sampiyan sreyok - lihat gambar sebelah

5. Daksina galahan

Bedogan dibuat dari janur yang melingkar dengan ukuran sama dengan alas wakulnya, begodan ini merupakan lambang dari Akasa (tanpa tepi). Srembeng Daksina lambang dari hukum Rta ( Hukum Abadi Tuhan) Simbol dari alam semesta untuk manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Ibu Pertiwi.

Cara Membuat Daksina Seperti Berikut :

Pertama-tama masukanlah Tapakdara ke Serembeng/bedogan.

Masukkan Beras, Silih Asih, Pangi, Gantusan dan Pesel-peselan ke Bedogan .

Tempatkan Kelapa di atasnya.

Masukkan Adeng, Jinah/uang Bolong, tingkih dan Tetebusan Benang di Kelapa. kelapa tingkih Adeng jinah bolong .

Terakhir, tempat Canang Sari di atasnya.

Bagian-Bagian Daksina

Buat tapak dara yang dibuat dari janur atau tampakdara ini tandanya (+) plus, yang melambangkan swastika serta makrokosmos dan mikrokosmos sehingga menjadi baik. Simbol RTA manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Rwa Bineda.

Beras yang digunakan pada dasar kelapa (nyuh daksina) merupakan lambang Bhatara sri yang merupakan sumber kehidupan manusia. Simbol suasana untuk manisfestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Bayu. 

Sirih temple / Porosan terbuat dari daun sirih (hijau – wisnu), kapur (putih – siwa) dan pinang (merah – brahma) diikat sedemikian rupa sehingga menjadi satu, porosan adalah lambang pemujaan. Disimbolkan sebagai kekuatan Kama yakni Hyang Semara.

Banten Berikut Wajib Anda Ketahui:

 Anuduh, Peji, Biu Lalung dan Kelukuh

Kelapa adalah buah serbaguna, simbol Pawitra (air keabadian/amertha) atau lambang alam semesta yang terdiri dari tujuh lapisan (sapta loka dan sapta patala) karena ternyata kelapa memiliki tujuh lapisan ke dalam dan tujuh lapisan ke luar. 

Air sebagai lambang Mahatala, Isi lembutnya lambang Talatala, isinya lambang tala, lapisan pada isinya lambang Antala, lapisan isi yang keras lambang Nitala, batoknya lambang sutala, lapisan tipis paling dalam lamban bang Patala.

Sedangkan lambang Sapta Loka pada kelapa yaitu: Bulu batok kelapa sebagai lambang Bhur loka, Serat saluran sebagai lambang Bhuvah loka, Serat serabut basah lambang svah loka, Serabut basah lambang Maha loka, serabut kering lambang Jnana loka, kulit serat kering lambang Tapa loka, Kulit kering sebagai lamang Satya loka. 

Kenapa kelapa daksina dikupas?

Kelapa yg bersih dari serat-serat merupakan lambang dari matahari sebagai Hyang surya, dengan maksud Bhuana agung bersih dari sifat-sifat/unsur indria yang mengikat karena serabut-serabut tersebut merupakan pengikat indrianya.

Telor yang dipakai adalah telor itik, dibungkus dengan ketupat telor yang merupakan lambang awal kehidupan (bhuana alit), telor ini terdiri dari 3 bagian yakni, Kuning Telor/Sa lambang Antah karana sarira,Untuk kulit telornya merupakan simbol Sthula Sarira dan Putih Telor merupakan lambang dari Suksma Sarira.

Dipakai telur itik karena itik adalah binatang yang suci karena memilih makanan walaupun dalam lumpur yang kotor.

Pisang, Tebu dan Kojong simbol manusia yang menghuni bumi sebagai bagian dari alam ini. Idialnya manusia penghuni bumi hidup dengan Tri kaya Parisudhanya. Dalam tetandingan Pisang melambangkan jari, Tebu belambangkan tulang. 

Ada berisi buah kemiri yang merupakan simbol dari Purusa/laki-laki dan terdapat warna putihnya yang merupakan sifat ketulusan. simbol bintang manifestasi Hyang Widhi sebagai Hyang Tranggana. 

Pangi atau buah kluwek merupakan lambang wanita atau pradhana yang mana buah pangi ini berwarna merah simbol berani. Dalam tetandingan melambangkan Dagu simbol laut untuk manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Baruna.

Ada juga berisi Gegantusan yang maknanya adalah segala isi daratan jgua lautan, gegantusan dibuat dari bumbu-bumbuan, kacang-kacangan, ikan teri, garam, dibungkusnya dengan daun pisang kering yang merupakan lambang Sad Rasa (kemakmuran) simbol dari Hyang Indra.

Daksina juga berisi Papeselan dibuat dari daun-daunan, lalu diikat menjadi satu merupakan lambang panca dewata yakni daun;daun nangka lambang Siva, daun manggis lambang Brahma, daun salak / mangga lambang Visnu, daun durian / langsat/ceroring lambang Mahadeva, daun duku lambangkan Isvara

Papeselan juga merupakan simbol Hyang Sangkara.

Daksina juga berisi Bija ratus yakni campuran lima jenis biji-bijian yaitu: 
Jagung biasa warna kuning simbol mahadewa
Jagung nasi warna merah simbol brahma
Jali-jali warna berumbun simbol Siwa
Godem warna hitam simbo wisnu
jawa warna putih simbol iswara.

Lalu semua itu dibungkus dengan daun keraras (daun pisang kering) 

Benang Tukelan adalah alat pengikat simbol dari naga Anantabhoga dan naga Basuki dan naga Taksaka dalam proses pemutaran Mandara Giri di Kserarnava untuk mencari tirtha amertha.

Uang Kepeng alat penebus segala kekurangan sebagai sarining manah. uang juga lambang dari Brahma yang merupakan inti kekuatan untuk menciptakan hidup dan sumber kehidupan. simbol ruang luar untuk manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Mertha.

Sesari lambang saripati dari karma atau pekerjaan (Dana Paramitha). 

Sampyan Payasan terbuat dari janur dibuat menyerupai segi tiga, lambang dari Tri Kona; Utpeti, Sthiti dan Pralina.

Sampyan pusung terbuat dari janur dibentuk sehingga menyerupai pusungan rambut, sesunggunya tujuan akhir manusia adalah Brahman dan pusungan itu simbol pengerucutan dari indria-indria .

Canang sari. simbol titik, yaitu Compas, timur, selatan, utar dan pusat manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Panca Dewata. 

Daksina sebagai simbol Upasaksi kegiatan upacara agama Hindu secara khusus dan Daksina juga berarti buah yadnya. Setelah upacara, daksina disajikan kepada pemimpin uacara untuk bersyukur. 

Source: Banten Bali Online

1 Response to "Cara Membuat Daksina dan Makna Daksina Bali"

  1. Wah mantap, tumben sy ketemu blog yg mengangkat budaya Bali,dan sangat detail ulasan ya,"salut bli, moga sll sukses��

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel