Pedarman Sri Aji Kresna Kepakisan & Dalem Mengwi - Besakih

Perbedaan Pura Pedharman di Besakih antara Pedharman Dalem Mengwi (Arya Kepakisan) dengan Sri Aji Kresna Kepakisan dijelaskan secara singkat, padat dan semoga paham.

Coba simak pertanyaan dari salah satu pemedek (pemedek arya) pura yang kerap sekali tangkil ke pura Besakih.

PERTANYAANNYA BEGINI:

Om Swastyastu Jro, titiang Numpang tanya, apa yang membedakan Arya Kepakisan (Dalem Mengwi) dengan Arya Sri Aji Kresna Kepakisan karena kedua-duanya memiliki nama yang sama yakni "Kepakisan",?

JAWABAN DARI SAYA:

yang pertama,

1. Arya Kepakisan adalah salah seorang keturunan Airlangga, ketika itu jabatan beliau adalah Panglima Perang/ pengawal Sri Kresna Kepakisan.

lalu yang kedua,

2. Sri Aji Kresna Kepakisan adalah Raja I (Raja Pertama) di Bali berkedudukan di Samprangan/Samplangan yang diangkat oleh Raja Majapahit ketika itu rajanya: Tribhuwana Tunggadewi bersama patih agung Gajahmada. Beliau adalah keturunan Mpu Bharaddah.

Nama Kepakisan berasal dari pakis = paku = pacek artinya: pemimpin. Di Jawa Tengah dikenal Paku: Pakubuwono, Pakualam; di Jawa Timur dikenal Pakis: Kepakisan. Di Bali dikenal Pacek: Pasek

Pura Padharman Dalem Mengwi
Arya Kepakisan Dalem Mengwi
Arya Kepakisan Dalem Mengwi
Pura ini terletak disebelah timur Pura Panataran Agung Besakih. Pura ini sering disebut Padharman I Gusti Ngurah Mengwi (Kapakisan). 

Palinggih pokoknya adalah meru tumpang 7 merupakan Parhyangan dari Bhatara Sakti Blambangan atau sering disebut Bhatara Nararya Kapakisan. 

Panyungsungnya adalah keturunan atau pratisentana dari Nararya Kapakisan atau Arya Kapakisan,antara lain: 

Puri Mengwi, Karangasem, Negara, Keramas dan lain-lainnya. 

Banyak Sekali Yang Membaca Informasi ini:

Urutan/Runtutan Sembahyang di Besakih Versi Redsobek

*  Penjor dan Tradisi Budaya Hindu Bali

Piodalannya jatuh pada hari Saniscara Kliwon, wara Wayang atau sering disebut dengan Tumpek Wayang.
Pura Besakih-Pedharman Mengwi Arya Kepakisan
Pura Besakih-Pedharman Dalem Mengwi-Shri Nararya Kresna Kepakisan (Arya Kepakisan)

Sri Aji Kresna Kepakisan 
Sri Aji Kresna Kepakisan
Pura Pedharman: Ida Bhatara Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan
Sri Aji Kresna Kepakisan merupakan raja pertama yang memerintah Pulau Bali di bawah kekuasaan kerajaan Jawa Majapahit (1293-c.1527). Ia diperkirakan memerintah pada pertengahan abad ke-14, dan menjadi nenek moyang raja-raja Bali selanjutnya

Sri Aji Kresna Kepakisan adalah cucu seorang Brahmana namun dirinya adalah anggota kasta Ksatria. Ibunya adalah makhluk spiritual, sebuah apsara. Kedua kakak laki-lakinya adalah pangeran bawaan dari Blambangan dan Pasuruan di Jawa.

Sri Aji Kresna Kepakisan adalah cucu seorang Brahmana namun dirinya adalah anggota kasta Ksatria. Ibunya adalah makhluk spiritual, sebuah apsara. Kedua kakak laki-lakinya adalah pangeran bawaan dari Blambangan dan Pasuruan di Jawa.

KESIMPULAN:

Ibarat dalam pemerintahan Sri Aji Kresna Kepakisan merupakan seorang presiden, sedangkan Arya Kepakisan atau pedharman Dalem Mengwi merupakan perdana mentrinya.

Sudah jelas perbedaannya, dan begitu juga dengan garis keturunan masing-masing pengemponnya.

Sehingga bagi para pemedek yang masih kebingungan dengan kawitan/pedharman di Pura Besakih hendaknya informasi ini bisa dipakai acuan yang benar agar bhakti kita kepada leluhur tidak keliru/salah dalam mengucap puji syukur.

Semua berdasar dari: Jro mangku Pura Dalem mengwi Besakih Setempat

1 Response to "Pedarman Sri Aji Kresna Kepakisan & Dalem Mengwi - Besakih"

  1. artikel yang bagus gan saya jadi tahu budaya bali hindu ,,, kalau main ke bali boleh mampir nich bli mampir ya bli ke web saya ada info seputar dunia finansial https://sukaprofit.com

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel