Rahina Suci Pagerwesi Menghormati 4 Guru Hindu

Om Swastyastu,

Catur Guru HinduRahajeng Rahina Suci Pagerwesi Hindu di Bali,

Dilihat dari kosakata Pagerwesi bisa diartikan dengan Pagar dan Besi, melambangkan perlindungan yang sangat kuat.

Bisa disimpulkan pengertian Pagerwesi ini berarti bagaimana cara kita memagari diri agar terhindar dari marabahaya atau disebut "magehang awak".

Rahina Suci Pagerwesi ini jatuh pada Buda Kliwon Sinta yang sangat berkaitan erat dengan Rahina Suci Saraswati yang jatuh pada Saniscara Umanis Watugunung.

Siklus yang sangat berdekatan antara Wuku Watugunung dengan Sinta dalam sistem/siklus Wuku pada kalender Bali.

Hari Raya Pagerwesi dirayakan setiap Enam bulan sekali (sesuai kalender Bali) atau setiap 210 hari sekali yang jatuh pada Buda Kliwon Shinta.

Pada hari Pagerwesi umat Hindu memuja Sang Hyang Widhi dalam manifestasi beliau sebagai Sang Hyang Pramesti Guru (Guru dari segala Guru) yang diiringi oleh Dewata Nawa Sanga. 

Hari Suci Pagerwesi ini Guru merupakan panutan dan hendaknya kita hormati agar arah tujuan hidup ini selalu dituntun lebih baik. Ibarat Pesawat terbang guru merupakan pilot yang akan menuntun jalan benar mencapai tujuan.

Pengetahuan dan pengalaman yang kita dapat selama ini agar bisa kita jadikan guru dalam kehidupan untuk memagari diri dari hal yang tidak baik untuk diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita. 
Ada Empat Guru (Catur Guru) dalam ajaran agama Hindu yang hendak kita hormati dalam rangkaian Rahina Suci Pagerwesi ini;

Guru Swadhyaya: yakni kewajiban kita selalu hormat dan bhakti kepada Sang Hyang Widhi.

Guru Rupaka: yaitu orang tua yang seharusnya menjadi panutan dan tuntunan kita untuk/bagi anak-anaknya.

Guru Pengajian: Menghormati dan selalu berbakti kepada para guru yang mengajar di sekolah sehingga tumbuh generasi yang baik untuk bangsa negara ini.

Guru Wisesa: patuh dan selalu hormat kepada kepala pemerintahan yang seyogyanya dapat menjadi inspirator.

Rahajeng Shanti.

0 Response to "Rahina Suci Pagerwesi Menghormati 4 Guru Hindu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel