Fungsi Penunggun Karang BALI

Penunggun Karang memiliki banyak nama dan sebutan bagi orang Bali secara Khusus. Ada yang menyebut Pelinggih Sedahan karang, Tugu Pengijeng, pelinggih Tepas, Tugu Karang, Pelinggih Gana, Pengijeng dan mungkin masih ada yang lain sesuai desa kala patra masing-masing tempat.
Fungsi Penunggun Karang Bali
Pelinggih Sedahan Karang atau disebut dengan Pelinggih Sedahan karang, Tugu Pengijeng, pelinggih Tepas, Tugu Karang, Pelinggih Gana atau Pengijeng, jika diterjemahkan secara harfiah menjadi "kuil untuk penjaga rumah". Kata "sanggah/tugu" berarti "tempat / bangunan suci", kata "pengijeng/penunggun" berarti penjaga. 

Posisi pada penempatan Penunggun Karang ini sesuai dengan desa kala patranya atau sesuai penglingsir yang menempati rumah terssebut. Artinya dimanapun penempatan Tugu pelinggih Penunggun karang boleh saja asalkan masih di dalam pekarangan.

Tetapi kebanyakan orang-orang menempatkannya pada barat daya posisi rumah atau disamping pintu keluar agar saat keluar masuk bisa berucap bhakti memohon perlindungan dari Hyang Cili Manik Maya.
Ganesha Bhatara Gana
Ganesha Juga Merupakan Simbol Bhatara Gana Sebagai Penjaga atau Pelindung
"Piodalan untuk Penunggun Karang adalah hari suci TUMPEK WARIGA"

Penunggun Karang merupakan stana Dewi Durga dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Durga Manik Maya atau lebih dikenal sebagai Sang Hyang Cili Manik Maya dan sebagai stana Bhatara Kala Raksa, karena beliau berdua dipercaya sebagai penguasa seluruh kekuatan tak kasat mata di Bali.

Begitu juga sama dengan fungsi Bhatara Gana manifestasi Tuhan sebagai penjaga atau pelindung yang acap kali umat sedharman banyak memakai simbolis Bhatara Ganesha pada pintu masuk pekarangan rumah.

Penunggun Karang bertugas sebagai pelindung penghuni rumah dari orang berniat jahat dan gangguan gaib. 

Bagi penekun leak desti (ilmu hitam), untuk mengirim teluh dan destinya kepada target terlebih dahulu ia harus memohon kepada Hyang Nini Bhairawi di pemuhun setra (kuburan). 

Atas perintah Hyang Nini, maka pasti disuruhlah si penekun desti ini meminta izin kepada Penunggun Karang si target jika mau mengirim teluh dan destinya ke sasaran.

Jika Penunggun Karang tidak memberikan izin dan tak berkenan, maka si penekun desti itupun tidak akan bisa berbuat apa-apa, Lebih lanjut dijelaskan, jika ada orang berniat jahat seperti pencuri atau rampok. 

Percaya atau tidak, kekuatannya mampu membuat orang berniat jahat linglung, bingung dan yang lainnya.

Menariknya, Penunggun Karang mampu membuat perlindungan dengan tipuan ilusi bila ada orang berniat jahat yang memasuki rumah. Bisa membuat rumah seolah-olah nampak menjadi lautan sehingga orang yang berniat jahat lari tunggang-langgang. 

Bahkan Penunggun Karang, dapat membuat orang yang berniat jahat berjalan sepanjang hari mengitari pekarangan rumah itu tidak menemukan jalan pulang. 

Anehnya lagi, Penunggun Karang mampu memusnahkan dengan seketika jimat gaib seseorang yang berniat jahat.
Penunggun Karang Bali
Doa di Penunggun Karang :

Om Sang Hyang Cili Manik Maya Sang Sedahan Karang Ya Namah Swaha.
Palinggih yang memiliki fungsi sebagai pecalang niskala tentu akan selalu menjaga pekaranganya. Namun, hal penting yang harus diperhatikan adalah upacara (sesajen) yang harus dihaturkan agar tidak ngerebeda (mengganggu manusia). 

Keseimbangan inilah yang perlu dijaga agar Pelinggih Sedahan Karang berfungsi secara maksimal.

Namun, belakangan kita yang campah (acuh) dengan kekuatan makhluk niskala yang ada di Tugu Karang. Bahkan kebanyakan dari kita mempertanyakan kembali sumber kebenaran dari keyakinan tersebut. 

Anehnya, banyak dari kita berspekulasi bahwa kepercayaan itu adalah kepercayaan sesat dan bertentangan dengan doktrin Weda. Ada kelompok tertentu, justru sengaja menghancurkan Pelinggih Tugu Karang menggantikannya dengan citra lain yang justru “kurang pas” dengan kepercayaan lokal Bali.
Source: Kabar badung & Taksu Bali

0 Response to "Fungsi Penunggun Karang BALI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel