"Kajang" (Kain Penutup Jenasah) Hindu Bali

Kajang atau Kain Penutup Jenasah/Mayat/Sawe Dalam Upacara Ngaben Hindu di Bali.

Kajang Bali1

Dikutip dari halaman IG my Tampaksiring artikel ini bertujuan agar para pemedek atau pelayat sawe paham apa pengertian ""Kajang"" atau Penutup Jenasah dalam upacara Pitra Yadnya Hindu.

Dalam tradisi Bali kain penutup mayat atau Kajang berperan penting dalam upacara Ngaben di Bali. Kajang berasal dari bahasa Jawa Kuno yakni petutup. 

Kajang terbuat dari kain putih yang ditulisi aksara suci dan gambar yang bersifat magis. 

Kain putih sendiri adalah lambang badan jasmani dan aksara merupakan lambang dari dewa-dewa manifestasi Sang Hyang Widhi. 

Kajang pada umumnya dibuat dengan suatu upacara dan puja oleh Pendeta.

Tidak sembarang orang boleh membuat kajang, biasanya orang yang berhak membuat adalah Sang Sulinggih (Pendeta), orang yang ditunjuk oleh Sulinggih, atau pemangku dari Pura Kawitan. 

Diharapkan kajang yang akan dibuat hendaknya harus suci oleh Pandhita, dikarenakan sinar suci Atman itu sangat suci dan Kajang sebagai penutup tersebut haruslah benar-benar bersih (suci).

Walaupun Kajang yang dari Kawitan atau Kajang dari pihak keluarga, Kajang tersebut haruslah benar-benar suci disebabkan kajang itulah sebagai wahana terbaru yang akan dipakai sang Atman menghadap Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Sehingga Fungsi Kajang selain sebagai wahana baru, juga sebagai pelindung Sang Pitara menuju alam loka (nisakala).

Aksara suci yang digunakan pada kajang adalah Aksara Wyanjana atau Wijaksara seperti Ongkara, Dasaksara, Triaksara dan lainnya. 

Dalam Lontar Wrhaspati Tattva disebutkan manusia terdiri dari tiga lapisan tubuh yang disebut Tri Sarira yaitu Stula, Suksma dan anta karana Sarira yang kemudian digambarkan pada kajang. 

Lain halnya dengan lontar Taittiriya Upanisad mengatakan bahwa badan manusia terdiri dari lima lapisan yang disebut Panca Maya Kosa. 

Adapun bagian-bagiannya adalah sebagai berikut:

Kajang Bali

1. Anamaya Kosa adalah lapisan badan manusia yang berasal dari makanan.

2. Pranamaya Kosa yaitu lapisan tenaga.

3. Manomaya Kosa yaitu lapisan pikiran

4. Wijnanamaya Kosa yaitu lapisan kebijaksanaan

5. Anandamaya Kosa yaitu lapisan kebahagian

lapisan yang dijelaskan diatas itulah kemudian disebut dengan Kajang dalam upacara Pitra Yadnya atau ngaben.

Secara Umum aksara/lukisan yang digunakan pada Kajang akan berbeda-beda sesuai dengan warna/kasta (brahmana, satria, waisya, sudra) orang yang akan di-aben.

Misalnya untuk Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra sesuai pekerjaan dan karma yang dilaksanakan sewaktu hidup.

Kajang merupakan badan pengganti dari roh yang sudah lepas dari badanya yang lama. Maka diharapkan badan itu badan yang searah dengan sifat-sifat suci roh.

Bagi anda yang ingin lebih mendalami apa filosofi dari makna "Kajang" (Kain Penutup Jenasah) Hindu Bali bisa berbagi dengan kami melalui percakapan komentar dibawah.

0 Response to ""Kajang" (Kain Penutup Jenasah) Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel