6 Cara Ngeleak Hindu Bali (Pemula)

Dikutip dari media My_tampaksiring tentang tata cara ngeleak ini, kami ulas dalam media konten Redsobek dan semoga berkenan dibaca dengan teliti ya!

leak
Kiranya yang akan mempelajarinya sudah siap mental baik itu secara sekala ataupun niskala, jasmani rohani kalau bahasa lumrahnya.

Jangan mempelajarinya karena rasa emosi, dendam atau bahkan iseng-iseng semata, karena akan berdampak kurang baik kedepannya. Bukannya menjadi leak yang baik (mengikuti aturan leak) malah akan menjadi bhutakala yang merugikan orang lain.

Leak Bali digolongkan menjadi dua aliran yakni: Leak beraliran baik (Leak Sari) dan Leak beraliran jahat (Leak Desti, pengiwa dan lain-lain).

Bagi penekun ilmu leak dampaknya pun sudah diketahui secara pasti, misalnya ilmu leak ini akan permanen selamanya dan tidak bisa dimusnahkan, karena akan diwariskan kepada sanak keluarga atau keturunannya.

Hanya dengan melalui sentuhan, pemberian sesabukan atau kesaktiannya, melalui ucapan dan aura saja atau bahkan mungkin dengan rerajahan, ilmu kanuragan Pengleakan ini sudah bisa tersalurkan secara tidak langsung ke sang pewaris ilmu leak ini.

Satu hal lagi, ilmu leak memiliki beberapa tingkatan yang harus dilalui untuk menjadi yang terhebat dan tersakti tentunya memiliki pantangan dan godaan berbeda-beda sesuai tingkatan ilmu yang dipelajari.

Tahap-Tahap Mempelajari ilmu Leak, yaitu:

1. Tahap Pertama (Pranayama)

PranayamaPara murid-murid aatu calon leak baru atau biasa disebut dengan Sisya, akan diajarkan tentang bagaimana mengendalikan pernafasan, kalau di Bali dan bahasa lontar leak disebut dengan MEKEK ANGKIHAN atau PRANAYAMA.

Pranayama yang benar memiliki format hitungan, seperti saat menarik nafas dilakukan dalam waktu 1 detik, lalu nafas ditahan yang dilakukan dalam 4 detik dan nafas dikeluarkan dalam waktu 2 detik.

Begitu seterusnya sampai menjadi terbiasa dan badan rohani seperti ringan, pasrah bisa dikendalikan.


2. Tahap Kedua Ngeleak

DASA AKSARAPara sisya yang sudah menguasai pranayama dengan baik, selanjutnya akan mempelajari ilmu baru bernama "NINGGALIN SANGHYANG MENGET".

Pada tahan kedua ini juga secara aktif akan diajarkan apa itu DASA AKSARA (Sa Ba Ta A I Na Ma Si Wa Y), serta mantra yang berkaitan dengan ilmu pengeleakan apa saja yang ingin digeluti.



3. Tahap Ketiga (Pengraksa Jiwa)

Pengraksa Jiwa

Calon murid leak atau sisya ditahap ketiga ini akan diajarkan tentang perlindungan diri (jaga diri) dari atau dengan bertingkah laku yang baik, halus lembut serta mengendalikan sadripu atau emosi, dendam, lobha, nafsu serta rasa iri hati, semua ini disebut dengan ajaran "PENGRAKSA JIWA".


4. Tahap Keempat (Mudra)

mudraTahan keempat ngeleak ini para sisya yang ingin belajar serius akan diajarkan perpaduan Gerak Tubuh dan Pikiran atau dalam bahasa per-Yoga-an disebut dengan ""MUDRA"".

Biasanya orang yang melihat secara langsung leak itu bagaimana, tentunya akan melihat tingkah gerak gerik sang leak seperti Nengkleng (gerakan leak dengan satu kaki diatas), menari-nari dan sebagainya.

Mudra adalah tarian jiwa yang dikombinasikan dari gerakan tubuh dan pikiran sehingga memancarkan tenaga yang prima, gerakan mudra ini mirip sekali seperti tarian siwa nata raja.


5. Tahap Kelima (Meditasi)

Tahap kelima, para sisya akan diajarkan MEDITASI oleh nabe atau guru spiritualnya. Atau dalam ilmu pengeleakan ini disebut dengan "NGEREGEP", yakni para sisya akan duduk bersila, lalu tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur PRANAYAMAnya (pernafasan), sehingga pikiran akan menjadi sangat tenang kemudian barulah sang sisya ini melakukan ngereh, dan ngelekas (pada tahan berikutnya).


6. Tahap Keenam (Ngereh)

NgelekasSisya yang sudah pada tahap puncak dan sudah menguasai tahap-tahap sebelumnya akan diajarkan bagaimana sang sisya bisa melepas roh ( MULIH SANGHYANG ATMA RING BAYU SABDA IDEP ).

Melalui kekuatan pikiran dan batin, berada diluar badan dan pada tahap akhir ini adalah ujian akhir disebut dengan NGEREH memohon anugrah dari Betari Durga, selaku dewanya ajaran Bhairawi Pengeleakan.

Selain itu para sisya yang berhasil menguasai tahapan diatas dengan memperoleh anugrah dari Dewi Durga akan menjumpai beberapa godaan, serta diuji langsung oleh roh dari keilmuan yang dipelajarinya.

Misalnya :

Sisya (murid) yang mempelajari ajian leak bojog, maka akan beradu dengan rerancangan Dewi Durga berupa bojog. Dan para sisya yang dinyatakan lulus akan bertahan dalam pertarungan sebelum fajar (endag matanai).

Catatan Penting:

Bagi yang ingi belajar ilmu leak, hendaknya anda dituntun dan selalu berkonsultaasi dengan nabe (guru spiritualnya) agar tidak salah arah dan tidak menjadi gila karena hal ini.

Ilmu leak bukan merupakan ilmu kejahatan, karena ilmu leak merupakan seni kebhatinan yang mustinya dipertahankan dalam dalam tradisi budaya Umat Hindu di Bali.

Kata admin redsobek "Tidak ada leak maka tidak ada Bali", karena bali identik juga dengan leak sebagai sifat, karakter rwabhineda.

Sumber konten ini sudah jelas dikutip dari informasi : lontar pengleakan bali dan media My-tampaksiring bali.

0 Response to "6 Cara Ngeleak Hindu Bali (Pemula)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel