Kiamat Alam Semesta Menurut Hindu

Sangat bangga menjadi seorang Hindu di dunia ini karena Agama Hindu merupakan agama terbaik di dunia ini.

Berbanggalah menjadi Hindu Indonesia secara Khusus mayoritas tertinggi berada di pulau Bali. 

Sampai sekarang Hindu di Indonesia masih diakui sebagai agama tertua di dunia walaupun aliran agama lain mencuci otak para penganutnya, jika agama Hindu ini merupakan agama yang tidak diperhitungkan. 

Banggalah anda menjadi Hindu di Indonesia karena merupakan agama terdamai dan sangat toleransi dengan agama lain serta Hindu akan selalu ada di dunia ini selamanya walaupun alam semesta ini sudah pralaya (musnah).

Siklus Dunia Hindu

Pada Kitab Brahma Purana dijelaskan:

Satu siang Brahma (Kalpa) terdiri dari 14 Manwantara. Satu Manwantara dipimpin oleh seorang Manu, dan kita saat ini, berada di Manwantara ke-7 dengan Manu yang diturunkan oleh Brahma adalah Waiwasta Manu.

Setiap Manwantara terdiri dari 71 Maha Yuga. Satu Maha Yuga terdiri dari 4 Yuga (Catur Yuga) yaitu Satya Yuga, Treta Yuga, Dwapara Yuga dan Kali Yuga

Satya Yuga berlangsung selama 1.728.000 Tahun. 

Treta Yuga berlangsung selama 1.296.000 Tahun.

Dwapara Yuga berlangsung selama 864.000 Tahun.

Kali Yuga berlangsung selama 432.000 tahun.

Artinya, Satu Maha Yuga berlangsung selama 4.320.000 tahun dan satu Manwartara berlangsung selama 306.720.000 tahun. Satu Kalpa berlangsung selama 4.294.080.000 tahun atau sekitar 12 Juta tahun Para Dewa (1 Maha Yuga = 12.000 tahun para Dewa)

Sekarang kita berada di Maha Yuga ke-28, tepatnya di Kali Yuga ke-28. Kita bukan ciptaan pertama Tuhan, kita hidup sejak Manwarta Pertama di Kalpa Pertama (Tidak ada yang tahu apakah kita berada di Kalpa ke berapa) sebab Atman tidak pernah bisa mati, hilang dan dihancurkan. 

Atman hanya bisa bebas dari siklus kelahiran dan kematian apabila mencapai Moksha.

Setiap satu Kalpa, atau satu siang Brahma, alam semesta beserta isinya akan terbentuk dan terpelihara. Dan ketika satu malam Brahma (satu Kalpa) dunia akan hancur dan tidak ada apa-apa di dunia ini. 

Lalu setelah melewati satu malam Brahma, Brahman akan kembali lagi menciptakan alam semesta dan memeliharanya selama Satu Kalpa.

Kita bukan ciptaan pertama, atman kita sudah ada sejak Manwartara Pertama di Kalpa pertama. 

Apakah di Manwartara sebelum ini kita tinggal di bumi? 

Apakah di Manwartara sebelum ini mahluk yang diciptakan Tuhan adalah manusia, hewan dan tumbuhan? 

Apakah di Manwartara sebelum ini kita diciptakan dengan design seperti ini? 

Tidak ada yang tahu.

Dan di agama lain mungkin ada menjelaskan, tetapi semua itu hanya analisa dan teori yang dipercaya penganutnya saja, tetapi tidak bisa membuktikan dengan pasti.

Setelah Kali Yuga ini berakhir, Kalki Awatara turun ke dunia dan membawa kembali ke Satya Yuga, kita akan memasuki Maha Yuga ke-29, tetapi tidak ada yang tahu, apakah di Maha Yuga berikutnya dunia akan sama seperti ini?

Siklus Waktu Dunia Menurut Hindu

Yang paling abadi adalah agama Hindu akan tetap ada dan tidak akan pernah hilang atau musnah (pralaya).

Di Maha Yuga ini, Dewa Wisnu (Sri Wisnu) turun ke dunia menjadi awatara sebanyak 10 kali.

Bisa saja di Maha Yuga berikutnya Sri Wisnu turun lebih dari 10 kali sebagai Awatara. Begitu juga sebelumnya.

Setiap Manwartara, Brahma melahirkan 1 orang Manu dan 7 orang Rsi (Sapta Rsi) di Zaman Dwapara Yuga di setiap Maha Yuga.

Mengapa di Dwapara Yuga? 

Pada Zaman Satya Yuga, orang hidup 100.000 tahun, pengetahuan spiritual tinggi bahkan mengerti keberadaan Tuhan ada dimana-mana.

Pada Zaman Treta Yuga, orang hidup 10.000 tahun, untuk melakukan pemujaan, orang perlu melakukan upacara untuk memfokuskan diri.

Pada Zaman Dwapara Yuga, kemerosotan moral semakin terjadi, orang perlu Kitab suci sebagai pegangan sehingga disinilah, Sapta Rsi diturunkan untuk menuliskan sabda-sabda suci Tuhan ke bentuk fisik (Kitab).

Kemudian pada Zaman Kali Yuga, kemerosotan moral dimana-mana, agama dan Dharma ditinggalkan. Di akhir zaman Kali, hampir semua orang menjadi jahat dan akan lenyap bersamaan dengan Zaman Kali.

Hanya sedikit sekali orang yang selamat dari zaman Kali, tapi tak bertahan cukup lama (sebab usia manusia paling lama 100 tahun di Zaman kali). Kemudian barulah dilahirkan kembali di Zaman Satya Yuga.

Weda sejatinya ada sejak dahulu kala, sejak Tuhan menciptakan alam semesta untuk pertama kalinya. Weda ini tidak akan pernah musnah. Hindu akan selalu ada, tak kan pernah musnah sekalipun berkali-kali terjadi penciptaan dan peleburan alam semesta.

Tidak akan ada yang tahu, kapan Tuhan akan "menghentikan" penciptaan dan peleburan alam semesta ini dan tidaklah perlu kita mengetahui hal itu.

Ada banyak rahasia alam semesta yang tidak kita ketahui. Lihatlah, seberapa kecil kita yang hanya hidup kurang dari 100 tahun ini di dunia yang berusia triliunan tahun ini.

Jangan Sombong Menjadi Manusia, Betapa Kecilnya Dirimu Di Alam Semesta

Tujuan hidup adalah menyebrangi lautan kelahiran dan kematian, mencapai Moksha. Dengan mencapai Moksha, kita tidak akan terlahir lagi ke dunia. Supaya tidak terikat oleh hukum waktu (Kala) kita harus menjadi sang waktu (Sang Kala, personalitas Tuhan yang Maha Esa), bersatunya atman kita dengan Brahman sang pencipta bukan berada di sisiNYA. Salam rahayu.

Dikutip dari berbagai naskah hindu dan Hindu bali.

0 Response to "Kiamat Alam Semesta Menurut Hindu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel