Perjalanan Akhir Atma/Roh Manusia Setelah Meninggal

Artikel serupa sudah pernah dibuat pada blogsite Redsobek ini tentang Kemana roh/atman manusia setelah mati, dan konten ini hampir sama di ulas kembali lebih singkat dan mudah dipahami.

Konten tentang atman/roh manusia setelah meninggal ini lebih mengedepankan tujuan atman tersebut melanglang buana kemana dan karma apa saja yang diperoleh sesuai dengan perbuatan yang pernah dilakukan di dunia fana ini.

Tujuan Akhir Atma Roh Manusia Setelah Meninggal

Manusia apabila kelak meninggal atau meninggalkan jasad kasar ini, akan kemanakah atma atau rohnya pergi?

Kebanyakan manusia di dunia ini, apabila kelak meninggal akan masuk surga atau neraka menurut perbuatan yang dilakukannya sekarang ini, tetapi tujuan akhir umat Hindu adalah Moksa (menyatu dengan sang pencipta / atman atau roh bersatu dengan Brahman).

Kita lihat perbedaannya dengan agama lain seperti kristen misalnya, manusia masuk neraka apabila tidak dijalan yesus, atau pemeluk islam, manusia masuk neraka apabila tidak dijalan allah.

Mari Kita Ulas Perjalanan Sang Atman Menuju Surga, Versi Hindu:

Perjalanan Sang Atma apabila sudah keluar dari badan kasarnya, tentunya sudah melalui prosesi Ngaben dan lain sebagainya.

Ketika sang atma keluar dari badan kasarnya, sang atma menuju ke Pura Dalem, Disana telah menanti Bhatara Durga dengan para hamba-hambanya atau bhuta-bhuti.

Dan setelah mendapat berkat/restu dari Sang Bhatara Durga, sang atman akan memohon pamit hendak melanjutkan perjalanan. Sang atma keluar dari pintu gapura meneruskan perjalanannya ke Surga dengan berbagai rintangan dengan tujuan Sungai Serayu. 

Di Sungai Serayu terdapat air yang sangat bening. Lalu akan muncullah seekor buaya yang sangat menakutkan dan hendak menerkam sang atma, lalu sang atman tentunya akan menghindar.

Setelah terhindar dari terkaman buaya, barulah sang atman mengerti apabila buaya tersebut merupakan adik sang atma yang berasal dari ari-arinya.

Setelah diberikan ujaran/nasehat oleh sang atma, sang buaya diam dan menurut kepada sang atma bahkan sang buaya menyediakan diri untuk menyebrangkan sang atma ke tepi sungai Serayu.

Sesampai di seberang sungai disana sudah menanti seorang raksasa wanita yang mengerikan. Apabila sang atman paham dan pintar dalam menasehati maka raksasa tersebut akan selalu hormat dan malah akan membantu.

Apabila anda sudah terbebas dari halangan raksasa yang mengerikan tersebut, hendaklah selalu berdoa, bersujud syukur, mohon ampun kepada Tuhan dan tidak lupa melantunkan doa-doa pujian sesuai dengan Weda.

Selanjutnya anda akan melanjutkan perjalanan, berikutnya akan menemui perjalanan menuruni lereng gunung yang curam. Di sana sang atma bertemu dengan sang macan yang setiap saat akan menerkam sang atman.

Hanya dengan kelebihan dan pengetahuan tentang WEDA sang atma lah yang akan membebaskan diri dari ancaman sang macan, apabila berhasil maka sang macan akan selalu menuruti kemauan kita (sang atman). 

Setelah melewati hadangan dari sang macan, lalu sang atman akan bertemu dengan rintangan dari Seekor Anjing besar dan tinggi.

Setelah dari berbagai rintangan seperti diatas, sang atman sampailah di tempat kubangan air/di depan air yang bening dan bolehlah sang atman mencuci muka disana.

Tetapi hati-hati karena disekitar tempat air yang bening tersebut akan akan suara-suara yang menggelegar keras serta gemuruh yang menakutkan. Suara tersebut berasal dari Bhutakala penghuni Neraka.

Cara menaklukannya adalah dengan menawarkan makanan yang enak dan sudah disediakan dirumah sang atman, jadi undang Bhutakala tersebut datang kerumah atman.

Titi Ugal-Agil Bagi Manusia Yang Melakukan Zina

Pastinya Sang Butakala tersebut akan pergi menuju tempat sang atma untuk menyantap sesaji yang disediakan keluarga sang atma (dalam prosesi ngaben dan nelunin).

Rintangan yang menghadang sang atma masih berkelanjutan.

Datanglah empat Butakala yang lebih menakutkan mereka adalah Sang Anggapati, Sang Prajapati, Sang Banaspati dan Sang Banaspatiraja. Keempat Butakala tersebut akan memangsa sang atma.

Solusinya sama seperti menawarkan sesaji kepada Sang Bhutakala tadi, dan menyuruh pada Bhuta tersebut untuk datang kerumah sang atman karena sudah disediakan sesaji yang enak-enak.

Selanjutnya sang atma kembali melanjutkan perjalanannya. Karena perbuatan yang baik dan benar semasa hidup di dunia fana ini, sang Atman akan diiringi oleh suasan yangan sangat asri, damai tentram dan wangi sepanjang jalan.

Di antarabunga yang indah itu, ada sebuah pemandian yang indah sekali serta jernih airnya. Tempat itu bernama Tirta Pancaka dan disitulah yang menjadi tujuan sang atma sementara.
Dalem Puri

Di sana sang atma segera berkumur dan setelah berkumur badan sang atma seperti emas.

Sang atma kemudian disongsong oleh para Dewata dan Apsari. Dengan pakaian dan perhiasan yang indah serta disinari sinar rembulan, para Dewata dan Apsari menyongsong sang atma. 

Para Dewata dan Apsari ini akan selalu mengiringi sang Atman menuju surga untuk menghadap kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di surga, oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sang atman ini akan disuruh mengambil tempat dan harus melaksanakan dharma kebenaran.

Perjalanan sang atman ini adalah kisah dari atman yang memiliki jiwa bersih, baik dan selalu mengutamakan dharma bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa.

Sumber : wikipedia.org/ dan Referensi kekawin Aji Palayon

0 Response to "Perjalanan Akhir Atma/Roh Manusia Setelah Meninggal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel