Rerajahan Hindu Bali

Rerajahan Hindu Bali merupakan simbolis kekuatan gaib yang bisa berupa gambaran maupun tulisan dan memiliki kekuatan secara niskala sesuai dengan fungsi dari sipembuat rerajahan tersebut.

Kesaktian Rerajahan ini akan bangkit dari kekuatan alam, dan cara membangkitkannya melalui upacara Hindu dengan tenaga dalam khusus. 

Media yang dipakai untuk menggambarkan rerajahan ini biasanya berupa kain, kertas, tembaga, batu, lotar atau bisa langsung ditulis pada lidah (anggota tubuh manusia) seseorang yang akan dirajah.



Rerajahan Hindu Bali
Sumber Picture: Arvie Juvians
Untuk daerah Bali sendiri, khususnya yang beragama Hindu, Rerajahan Hindu Bali ini masih sangat kental sekali dihormati dan dihargai oleh masyarakat.

Rerajahan sendiri untuk kalangan tertentu khusus penekun ilmu kebhatinan dipandang sebagai hal yang sangat mistik, selain merupakan karya seni yang sangat luar biasa.

Rerajahan ini biasanya dipergunakan sebagai jimat atau perkakas menjaga diri,  melindungi pekarangan rumah, menekuni ilmu leak Bali, bahkan rerajahan ini bisa pakai sebagai alat penyembuh secara niskala.

Demikian juga pada rerajahan yang dipergunakan pada prosesi hari-hari besar umat Hindu yang memakai lambang-lambang atau simbol dan tulisan, semuanya itu mempunyai makna yang sangat religius.

Rerajahan Hindu Bali tersebut mampu memancarkan kekuatan dan membangkitkan aura vibrasi alam yang suci dan natural dari simbol, gambar ataupun tulisan yang dibuat.

Dari penyebaran dan warisan leluhur, Rerajahan Hindu Bali ini banyak sekali diwariskan dalam berbagai lontar agama, pengobatan bahkan dalam bentuk desti dan lainnya.

Rerajahan Hindu Bali 1
Pic: Bobtattobali
Dasar rerajahan ini sebenarnya berupa aksara dan mempunyai kekuatan yang sangat sakral (religius), seperti kekuatan dasabayu dan dasaaksara.

Apabila Rerajahan dalam bentuk simbol atau gambar dan lambang dinamakan dengan Tumbal. Seperti gambar-gambar menyeramkan berupa mahluk halus, simbol dewa, gambar senjata dewa dan lainnya.

Pada penggunaan dan tempat rerajahan tersebut biasanya bisa di rajah dalam tubuh seperti lidah, tangan dan lainnya ataupun bisa diletakan pada tempat-tempat khusus misalnya pekarangan rumah, tempat tidur dengan maksud dan tujuan masing-masing fungsi rerajahan tersebut.

Untuk penekun ilmu kebhatinan seperti ilmu pengleakan, maka secara khusus seluruh tubuhnya akan dirajah dengan maksud menghidupkan aura vibrasi kekuatan magis dari jiwa sang penekun leak, tentunya dari bimbingan sang guru.

Demikian sedikit ilmu dan informasi tentang Rerajahan Hindu di Bali, semoga berkenan memberikan saran kritik yang membangun untuk kemajuan blog Redsobek ini agar tetap eksis di jagat maya. Svaha!

0 Response to "Rerajahan Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel