Melik dan Indigo Dalam Hindu Bali

Melik artinya anugrah kelahiran yang unik dari seorang anak. Melik secara harfiah dapat diartikan "kedemenin dewa" atau disukai oleh Tuhan.

Melik ini merupakan anugrah yang harus disyukuri dan selalu dijalankan dengan baik agar kedepannya berguna untuk orang banyak.

Seorang yang lahir dengan melik memiliki beberapa ciri-ciri dan keunikan yang jarang orang lain ketahui, sehingga merupakan kelebihan dari seorang anak yang melik.
Melik dan Indigo Dalam Hindu Bali

Kelebihan dan Kekurangan (Resiko) Melik

Kelebihan Orang Melik

Orang yang melik akan memiliki beberapa kelebihan secara niskala maupun sekala lahir bhatin, seperti memiliki martabat dan rejeki yang berbeda dari orang-orang biasa.

Orang yang melik akan terlihat lebih tenang dan bijak, lebih dekat dengan Tuhan dan selalu dianggap mampu dari berbagai bidang keagamaan oleh masyarakat karena kelebihan dari meliknya.

Resiko Orang Melik

Apabila seorang yang melik tidak melaksanakan penebusan kelahiran seperti rutin sembahyang, rutin melakukan pemlukatan serta pawintenan seperti mawinten Saraswati, maka berakibat kurang baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Seperti sering tertekan, sakit-sakitan, Sering bertengkar dengan keluaraga, umur pendek, rejeki selalu kurang dan lainnya.

Jenis-jenis Melik Menurut Hindu

Melik Wisesa, Melik Durga, Melik Adnyana, Melik Ceciren dan Melik Kelahiran

Melik Durga tandanya Lidah Poleng (berwarna hitam dan putih saat lahir), 

Melik Wisesa merupakan kelahiran manusia terdapat tanda-tanda Senjata Dewata Nawa Sanga dalam tubuh.

Melik Adnyana apabila orang ini mampu merasakan atau bisa melihat Roh Halus, bahkan bisa berkomunikasi dengannya. Orang melik Adnyana, biasanya diawali dengan mimpi-mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ).

Melik Adnyana ini hampir mirip dengan orang indigo atau memiliki indra keenam atau kelebihan penglihatan melalui mata bhatin yang suci.

Melik Ceciren yakni orang yang lahir memiliki tanda dalam tubuhnya, terkadang di dunia niskala atau di sekala kelihatannya.
Melik Ceciren

Tanda-Tanda Melik Ceciren

1. Kadengan Apit Wangke, atau memiliki ciri tahi lalat di k3lamin.

2. Tanda lahir Sujenan atau Lesung Di Bokong sang anak.

3. Ada tanda lahir Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tidak Bisa Hilang.

4. Lahir dengan ciri Rambut Gimbal.

5. Memiliki ciri tangan atau jari kaki yang lebih.

6. Saat lahir memiliki Isuan Lebih dari satu atau useran rambut lebih


Melik Kelahiran, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.

Diantaranya :

1. Orang yang lahir di Wuku Wayang

2. Anak Tunggal

3. Tiba sampir

4. Tiba Angker

5. Jempina

6. Margana

7. Wahana

8. Julungwangi

9. Julungsungsang

10. Julung sarab / julung macan / julung caplok

11. Walika

12. Wujil

13. Kembar identik

14. Kembar Buncing / Dampit

15. Kembar Tawang Gantungan

16. Pancoran Apit Telaga

17. Telaga Apit Pancoran

18. Sanan Empeg

19. Pipilan

20. Padangon

21. Lulang

22. Luluta


Melik berdasarkan Lintang :


1. Orang yang Lintangan Bade

2. Orang yang Lintangan Bubu Bolong.

3. Orang yang Lahir saat Tumpek

4. Lintang Salah Ukur

5. Lintang Prahu Pegat.

6. Lintang Kala Sungsang

7. Lintang Tangis

8. Lintang Prahu Pegat

9. Kelahiran Kajang Klion Pemelas Tali

10. Sabtu Klion Watugunung

Jadi Melik dan Indigo Dalam Hindu Bali ini memang terkait dengan hal-hal yang berbau mistis, tentunya orang melik akan mudah sekali untuk berkomunikasi dengan makhluk-makhluk astral kasat mata.

Kelebihan dan kekurangan orang yang melik tentunya tetap harus disyukuri sebagai anugrah yang kita jalani semasa hidup dalam dunia fana ini.

Kenapa Orang Lahir Melik?

Semua disebabkan oleh karma wasana dan hasil perbuatan terdahulu, begitu juga dengan melik yang baik dan melik tidak baik.

Semua tanda melik yang dibawa oleh manusia yang baru lahir memiliki kelebihan dan kekurangan, semua itu kembali ke karakter masing-masing sang  pembawa tanda melik.

Source dari: @calonarang_gianyar

0 Response to "Melik dan Indigo Dalam Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel