Melukat Dalam Hindu Bali

Kata Melukat memiliki makna yang dalam sebagai kegiatan pembersihan diri baik secara jiwa (jasmani) dan pikiran / rohani.

Melukat atau pemelukatan biasanya dilakukan saat banyu pinaruh setiap usai rahina suci penting umat Hindu, seperti rahina nyepi, siwa ratri atau rahina suci lainnya.

MelukatMelukat1

Untuk tempat melukat biasanya umat Hindu akan pergi ke tempat-tempat sumber mata air suci, misalnya ke Tirta Empul, Samuan Tiga, Tirta Solas, Tamba waras atau tempat-tempat yang ada sumber mata airnya.

Untuk yang lokasinya mungkin terlalu jauh, para pemedek atau umat Hindu akan berangkat pagi buta sebelum mata hari terbit dari timur menuju ke pesisir laut memohon berkah rahmat dewa baruna sebagai media banyu pinaruh pemelukatan.

Melukat merupakan bagian dari pelaksaan upacara Manusa Yadnya, yang memiliki tujuan untuk membersihkan dan menyucikan jiwa rohani secara lahir dan batin. 

Yang dibersihkan ialah hal negatif dan malapetaka yang diperoleh dari dosa-dosa baik berasal dari sisa perbuatan terdahulu atau Sancita Karmaphala maupun dari perbuatan hidup saat ini.

Pengertian Melukat

Kata melukat sendiri berasal dari ""lukat"" (bahasa Kawi) artinya Bersihin atau ngicalang.

Jika dalam Kamus Bahasa Indonesia kata “lukat” berarti melepaskan (tentang barang yang dilekatkan). 

Kemudian mendapat awalan ""me"" menjadi melukat yang diartikan melakukan suatu pekerjaan untuk melepaskan sesuatu yang melekat dinilai kurang baik melalui upacara keagamaan secara lahir dan batin.

Melukat2Dalam Pustaka Suci “Manawa Dharma Sastra” Bab V sloka 109, dinyatakan sebagai berikut :

Adbhir gatrani cuddhyanti manah satyena cuddhyti,
cidyatapobhyam buddhir jnanena cuddhyatir

Artinya : 

Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, roh dengan ilmu dan tapa, akal dibersihkan dengan kebijaksanaan.

Bagi para umat Hindu secara khusus dan umat lain dari berbeda keyakinan yang mungkin merasa kurang nyaman atau ingin bersih secara jiwa rohani, baiknya mencoba tips dari Redsobek ini:

Melukat pada sumber mata air dari bumi Bali yang terbukti taksu kesuciannya sangat baik untuk ketenangan jiwa rohani.

0 Response to "Melukat Dalam Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel