Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Indonesia


Definisi Bahasa Melayu
Bahasa Melayu
Yang dimaksud dengan bahasa melayu adalah suatu bahasa yang menjadi cikal bakal adanya bahasa indonesia. Untuk lebih jelasnya hal ini dapat dilihat dari beberapa segi antara lain:

A.Dari Segi Grup Bahasa

Bahasa melayu termasuk grup bahasa-bahasa sumatra yang merupakan keluarga bangsa indonesia dari rumpun bahasa Austronesia bagian barat. 

Rumpun bahasa austronesia merupakan salah satu bahasa dunia dengan batas-batasanya seperti; batas utara pulau taiwan,batas selatan pulau salandia baru, batas pulau madagaskar, batas timur adalah pulau paas yang terletak di pantai barat amarika selata.

Di indonesia bahasa daerah yang termasuk bahasa-bahasa sumatra antara lai:Bahasa aceh, gayo, simalungun, mandailing, angkola, minangkabau, lampung, nias, mentawai dll

B. Dari Segi Lokasi

Lokasi pemakaian bahasa melayu dipakai sebagai asal mulanya pada jaman kerajaan sri wijaya di jambi dan palembang. Bahkan hal ini terlihat adanya bukti-bukti berupa prasasti, kedukan bukit, talang tuwo, kota kapur dan prasasti telaga batu. 

Kemudian berkembang ke jaeatengah dalam prasasti ganda suli tahun 823 dan 827 masehi, kemudian berlanjut kedaerah-daerah lain seperti kep riau, kalimantan, jakarta, maluku, ambon, irian barat dan keseluruh pelosok indonesia.

C Dari Segi Pemakaian

Pemakaian pertama bahasa melayu adalah suku bangsa melayu yang mendiami daerah jambi dan sekitarnya, selanjutnya menyebar keseluruh nusantara.

D. Dari Segi Struktur

Bahasa melayu termasuk kelompok aglutinasi yaitu bahasa-bahsa yang mempergunakan afik, karena afik memiliki peranan yang sangat penting di dalam pembentukan kata-kata jadian. Misalnya di muka sebuah kata-prefik, dibelakang sebuah kata sufik, gabungannya konfik, sisipannya disebut infik.

E. Dari Segi Dialek

Bahasa melayu memiliki beberapa dialek, karena adanya berbagai macam suku yang terbesar di seluruh nusantara 

    Mengapa Bahasa Melayu Dijadikan Dasar Bahasa Indonesia?

    Ada beberapa alasan mengapa bahasa melayu di jadikan bahasa indonesia 

    1. Karena bahasa melayu telah dikenal dan digunakan bahasa perhubungan dan pergaulan di indonesia, misalnya dalam pengaruh kerajaan sri wijaya, dalam perdagangan seta dalam perkembangan kegamaan.

    2. Karena bahasa melayu memiliki sistem yang sederhana, yaitu:
    • Bahasa melayu tidak mengenal tingkatan berbahasa seperti bahasa jawa dan bahasa bali-inggil kromo/sor singgih.
    • Ejaan, pelafalan kata, dan kalimat bahasa melayu tidak rumit karena apa yang ditulis, itu yang dilafalkan.
    • Bahasa melayu tidak mengenal kasus seperti bahasa sansekerta
    • Bahasa melayu tidak mengalami perubahan kata karena waktu.
    • Bahasa melayu tidak mengenal tunggal atau jamak.
    3. Karena faktor psikologis yaitu; adanya kesadaran kelompok etnis yang terdapat di indonesia untuk rela tidak memaksakan bahasa daerah sebagai dasar bahasa indonesia.

    4. Karena kesanggupan bahasa melayu itu sendiri menerima bahasa asing baik kosa kata dari satu rumpun maupun kosa kata bahasa asing.

    Mengingat semua unsur-unsur di atas, bahasa melayu berkembang dengan pesat dan dipakai oleh pemerintah belanda (daam jaman penjajahan) untuk berkomunikasi dengan rakyat indonesia. 

    Sehingga pada tahun 1918 setelah anggota DPR dilantik (volksraag), bangsa indonesia mengajukan tuntutan agar bahasa melayu di jadikan sebagai bahasa pengantar disamping bahasa belanda.


    Tuntutan itu dipenuhi sehigga:
    • Untuk pertama kalianya keluar pernyataan bahwa banhsa indonesia berkeinginan untuk memiliki bahasa persatuan.
    • Untuk pertama kalinya bahasa melayu diakui sebagai bahasa resma yang kemudian dikukuhkan berdasarkan ketetapan ratu belanda pada bulan juli 1918.
    Kemudia pada tahun 1928 (dalam sumpah pemuda) merupakan pergantian secara resmi nama bahasa melayu sebagai bahasa indonesia.


    Peristiwa-Peristiwa Penting Berkaitan Dengan Perkembangan Bahasa Indonesia
    • Pada tahun 1901disusun ejaan resmi mengenai bahasa melayu oleh van ophuijsen, misalnya: baroe, sebab, wajib dan chabar.
    • Pada tahun 1908 didirikan tema bacaan rakyat (commisie voor de volkslectuur) kemudian diubah menjadi balai pustaka pada tahun 1917, misalnya: siti nurbaya, salah asuhan.
    • Tahun 1928, bahasa melayu resmi menjadi bahasa indonesia.
    • Tahun 1933 berdiri pujangga baru oleh STA.
    • Pada tanggal 25-28 tahun 1938 diadakan konggres bahasa indonesia pertama kali di solo.
    • Tanggal 18 agustus nahasa indonesia masuk ke dalam UUD 45, pasal 36.
    • Tanggal 19 maret 1947 ejaan republik  (ejaan soewandi) misalnya: sate, seger, heran, jadi penulisan e antara sate dan seger tidak lagi memakai pepet.
    • Konggres Bahasa Indonesia ke II di medan dari tanggal 20 oktober sampai 2 nopember 1954.
    • Tanggal 16 agustus 1972 diresmikan EYD.
    • Konggres bahasa indonesia ke III dari tanggal 28 oktober sampai 2 nopember 1978 di jakarta

    Demikian materi Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Indonesia yang dipergunakan sebagai referensi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia pada semester pertama Universitas Hindu Indonesia. Semoga bermanfaat untuk para mahasiswa!

    0 Response to "Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Indonesia "

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
    OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

    Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

    OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel