.Doc Pembahasan Pancasila Secara Ilmiah

PEMBAHASAN PANCASILA SECARA ILMIAH


Pancasila

Definisi pembahasan ilmu pancasila  harus secara ilmiah/Akademis termasuk filsafat pancasila, sebagai suatu kajian ilmiah, harus memenuhi syarat-syarat ilmiah sebagaimana dikemukakan oleh I.R. Poedjawijatna dalam bukunya yang merinci tentang syarat-syarat ilmiah, yaitu:

1. Berobjek.
2. Bermetode.
3. Bersistem.
4. Bersifat universal.

Pengertian dari syarat-syarat ilmiah, yaitu:

    1. Berobjek

    Pengetahuan yang memenuhi syarat ilmiah menyatakan, bahwa semua ilmu pengetahuan itu harus berobjek. Oleh karena itu  dengan adanya, pembahasan pancasila secara ilmiah harus memiliki objek, yang ada di dalam filsafat ilmu pengetahuan dibedakan atas dua macam yaitu, objek formal dan objek material.
    1. Pembahsan pertama yaitu, membahas tentang objek formal, pancasila dalam arti formal yaitu Pancasila dalam rumusan yang sudah tertentu bunyinya dan berkedudukan hukum sebagai dasar filsafat Negara.
    2. Objek material pancasila artinya objek sasaran membahas dan mengkaji yang bersifat empiris ataupun non-empiris.
    Adapun objek yang bersifat non-emperis meliputi: nilai moral, serta nilai-nilai religius yang tercermin dalam kepribadian, sifat, karakter dan pola-pola budaya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    2. Bermetode

    Dalam membahas setiap pengetahuan ilmiah harus memiliki metode yaitu seperangkat cara  atau sistem pendekatan dalam rangka pembahasan pancasila untuk mendapatkan suatu kebenaran yang bersifat objektif.

    Objek pancasila banyak berkaitan dengan hasil-hasil budaya karena merupakan metode "hermeneutika" yaitu suatu metode untuk menemukan makna dibalik objek, demikian juga metode "analitika bahasa" serta metode "pemahaman, penafsiran dan interpretasi", dan metode-metode tersebut senantiasa didasarkan atas hukum-hukum logika dalam suatu penarikan kesimpulan diakui kebenarannya, diteliti dengan menggunakan metode dan teknik yang bersifat ilmiah agar dapat dipahami, sehingga diperoleh pengetahuan yang benar mengenai objek tersebut.

    3. Bersistem

    Suatu pengetahuan agar bisa di sebut ilmiah harus merupakan sesuatu yang bersifat bulat dan utuh, bagian-bagian dari pengetahuan itu harus merupakan suatu kesatuan antara bagian-bagian itu saling berhubungan, baik berupa hubungan enterelasi (saling hubungan) maupun interdefendensi (saling ketergantungan). 

    Dalam pembahasan Pancasila secara ilmiah merupakan suatu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. 

    Yang dimaksud dengan pancasila secara ilmiah yaitu, berarti Pancasila itu sendiri ada dalam dirinya sendiri yaitu merupakan suatu kesatuan dan keutuhan majemuk tunggal yaitu kelima sila baik rumusannya, inti dari sila-sila Pancasila itu adalah merupakan suatu kesatuan dan kebulatan yang utuh. 

    Pengetahuan ilmiah harus merupakan suatu kesatuan, artinya keseluruhan proses dan hasil berpikir disusun dalam satu kesatuan yang bulat. Sehingga diperoleh kesatuan yang organis, harmonis, dan dinamis.

    Pembahasan Pancasila sebagaimana yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 secara ilmiah, harus merupakan suatu sistem yaitu pada Pancasila itu sendiri sebagai objek pembahasan ilmiah senantiasa bersifat koheren (runtut), tanpa adanya pertentangan didalamnya sehingga sila-sila Pancasila itu merupakan suatu kesatuan yang bulat utuh, dan sistematik. Yaitu terdiri dari bagian-bagian pancasila sebagai berikut:

    4. Bersifat Universal

    Kebenaran suatu ilmu pengetahuan harus didasari  dengan sifat yang universal, artinya kebenaran tidak terbatas oleh waktu, ruang, keadaan, situasi, kondisi maupun jumlah tertentu.

    Bersifat universal atau dengan kata lain inti dari, esensi dan makna yang terdalam dari sila-sila Pancasila pada hakikatnya bersifat universal, yang mendukung kebenaran atas kesimpulan dan pertanyaan.

    0 Response to ".Doc Pembahasan Pancasila Secara Ilmiah"

    Post a Comment

    Iklan Atas Artikel

    OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
    OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

    Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

    OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel