Penetapan Harga Menurut Struktur Pasar dan Modifikasi Harga


Penetapan Harga Menurut Struktur Pasar

Penetapan Harga Menurut Struktur Pasar dan Modifikasi Harga

- Pasar Monopoli

Di sini hanya terdapat satu penjual saja, sehingga produsen mampu menentukan harga. Contoh: Penetapan tarif listrik oleh PLN

- Pasar Oligopoli

Pada jenis pasar ini, terdapat beberap penjualan yang sangat peka terhadap strategi pemasaran dan penetapan harga pesaing. Jadi dalam menetapkan harga, perusahaan harus memperhatikan perilaku pesaing dalam menetapkan harga produknya. Contoh: Industri semen

- Pasar Monopolistik

Dalam pasar monopolistik terdapat banyak pembeli dan penjual yang melakukan transaksi pada berbagai macam harga dan bukan atas satu harga pasar. Adanya beberapa macam harga ini disebabkan karena penjual dapat melakukan penawaran yang berbeda kepada pembeli. Produk fisik dapat dibedakan menurut kualitas, ciri atau gayanya.

Penjual mencoba mengajukan penawaran yang berbeda untuk pangsa pembeli yang berbeda dan dengan bebas menggunakan merk, periklanan dan penjualan pribadi di samping harga, untuk menonjolkan penawaran mereka.

Keberhasilan penjual untuk mencapai keuntungan diatas rata-rata tergantung pada ada tidaknya hambatan untuk memasuki pasar seperti masalah periklanan, hak paten, prosedur perijinan serta kebutuhan modal yang besar. Oleh karena banyak terdapat pesaing, maka setiap perusahaan tidak terpengaruh oleh strategi pemasaran pesaing bila dibandingkan dengan pasar oligopoli.


Modifikasi Harga

Perusahaan seringkali melakukan modifikasi harga dasar untuk menyesuaikan perbedaan dalam pelanggan, produk, lokasi maupun waktu transaksi. Dalam hal ini perusahaan menjual produk atau jasa pada dua atau lebih harga yang tidak mencerminkan suatu perbedaan proposional dalam biaya. Perbedaan harga yang dilakukan perusahaan ini disebut penetapan harga diskriminasi (Discriminatory Pricing) yang mencakup beberapa bentuk:

1. Menurut Pelanggan (Customer Basis)

Di sini beberapa pelanggan membayar jumlah yang berbeda untuk produk/jasa yang sama. Misalkan bus kota, museum membedakan harga tiket untuk pelajar/mahasiswa lebih murah daripada masyarakat umum.

2. Menurut Bentuk Produk (Product From Basis)

Beberapa jenis produk diberi harga yang berbeda tetapi tidak secara proposional pada biayanya. Contoh; kain batik, memiliki bermacam-macam harga tergantung kehalusan corak, meskipun bahan bakunya sama.

3. Menurut Tempat (Place Basis)

Di sini, pada beberapa lokasi ditetapkan harga yang berbeda meskipun biaya penawaran disetiap lokasi itu sama. Misalkan harga satu prosi nasi goreng di warung makan jauh lebih murah dibanding harga di restoran hotel berbintang.

4. Menurut Waktu (Time Basis)

Penetapan harga produk di sini berubah-ubah menurut waktu, sebgai contoh, keperluan untuk umum seperti telpon akan berubah taripnya tergantung waktu pemakaiannya. Pada jam kantor, tarip lebih mahal daripada pagi hari atau malam hari.

Untuk berhasilnya diskriminasi harga, diperlukan beberapa kondisi sebagai berikut:

** Pelaku pasar harus bisa membagi suatu pasar menjadi kelompok-kelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda dan mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang berbeda, sehingga intensitas permintaan bisa diatur.

** Anggota pangsa pasar yang membayar harga rendah harus tidak boleh berpaling dan menjual kembali produk itu ke pangsa pasar yang membayar harga tinggi.

** Pelaku pasar pada persaingan tidak diperbolehkan menjual barang dibawah harga pasar yang biasanya dibebankan pada harga lebih tinggi.

** Biaya penetapan pangsa pasar dan penentuan kebijakan pasar haruslah tidak melebihi hasil ekstra yang diperoleh dari diskriminasi harga.

** Bentuk diskriminasi harga tertentu haruslah tidak dianggap bertentangan dengan hukum.


Demikian cara Penetapan Harga Menurut Struktur Pasar dan Modifikasi Harga dan semoga artike'l ini bermanfaat untuk anda sekalian.

0 Response to "Penetapan Harga Menurut Struktur Pasar dan Modifikasi Harga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel