Rahina Buda Kliwon Hindu Bali

Buda Kliwon adalah pertemuan antara sapta wara (budha / rabu) dengan panca wara (kliwon).

Rahina Buda Kliwon Hindu Bali

Rahinan atau hari raya yang jatuh pada Buda Kliwon yakni :

- Buda Kliwon Sinta ( Pagerwesi )
- Buda Kliwon Gumbreg
- Buda Kliwon Dunggulan ( Galungan )
- Buda Kliwon Pahang
- Buda Kliwon Matal
- Buda Kliwon Ugu

Rahina suci Buda Kliwon dirayakan setiap satu bulan sekali (1 bulan Bali = 35 hari). Rahina Buda Kliwon disebut juga dengan rerahinan / hari suci, karena pada hari ini adalah payogan Ida Sanghyang Bayu ketika beliau berwujud Sanghyang Mami Nirmala Jati.

Pada rahina suci Buda Kliwon ini setiap umat sedharman atau umat Hindu sepatutnya melaksanakan prakerti atau melaksanakan pemujaan dengan menghaturkan canang, wangi-wangian, kembang payas, di sanggah / merajan dan di atas tempat tidur (pelangkiran).

Pemujaan pada rahina suci Buda Kliwon ini ditujukan kehadapan Sanghyang Nirmala Jati dengan tujuan agar dianugrahi kerahayuan secara “tri mandala”. 

Tri mandala artinya memiliki tiga tingkatan kerahayuan kepada para leluhur, kerahayuan kepada kita semua dan kerahayuan kepada para sanak cucu keturunan atau pratisentananya.

Itulah sebabnya mengapa semua umat Hindu atau disebut juga dengan “Sang Gama Tirtha” menghaturkan canang pada hari Buda Kliwon.

Buda Kliwon

Rahina Buda Kliwon Hindu Bali tidak semewah / semegah pada rahina suci lainnya seperti piodalan sanggah merajan atau rahina Purnama atau kajeng kliwon, karena rahina Buda Kliwon ini adalah rahina suci penuh dengan rasa syukur yang setiap hari umat sedharman lakukan.

Khusus di daerah kabupaten Karangasem sendiri tidak terlalu megah perayaan rahina suci Buda Kliwon ini karena setiap harinya umat juga menghaturkan canang sari ring kemulan.

Tetapi untuk daerah seperti Tabanan, ada beberapa tempat yang memang khusus rahina Buda Kliwon ini dimaknai secara spesial sebagai ungkapan rasa syukur ring merajan masing-masing dengan pembuatan pulapali bebantenan.

0 Response to "Rahina Buda Kliwon Hindu Bali"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel