UANG DAN JENIS-JENIS UANG

Dijabarkan pada mata kuliah ilmu ekonomi manajemen pengantar ekonomi makro semester dua

Uang adalah alat tukar-menukar dan alat pembayaran yang sah. Pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.

uang dan Jenis uang

Jenis-Jenis Uang di Bagi Menjadi :

Uang Kartal


Uang kartal adalah uang yang digunakan sebagai alat pembayaran dalam kehidupan sehari-hari. Uang kartal berupa uang logam dan uang kertas, mata uang negara kita adalah Rupiah, uang pertama yang dibuat oleh Indonesia adalah Uang Republik Indonesia.


Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).


Kelebihan dan Kelemahan Uang Kartal


Kelebihan uang kartal,yaitu :

* Mudah melakukan transaksi di toko" kecil dan untuk membeli barang dalam jumlah kecil


* Penghematan terhadap pemakaian logam mulia
* Ongkos pembuatan relatif murah
* Mempermudah pengiriman dalam jumlah besar
* Dapat diterima Secara Umum dan diakui sebagai alat Pembayaran yang Sah. 


Kelemahan uang kartal, yaitu :


* Sulit dibawa dalam jumlah banyak, apalagi logam bisa berat.
* Mudah rusak
* Jika membawa uang dalam jumlah banyak, maka wujudnya pun harus banyak.


Uang Giral


Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga.Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar.


Kegunaan uang ialah Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.


Kelebihan dan Kelemahan Uang Giral


Kelebihan uang giral, yaitu:

* Memudahkan pembayaran karena tidak perlu menghitung uang

* Alat pembayaran yang dapat diterima untuk jumlah yang tidak terbatas, nilainya sesuai dengan yang dibutuhkan.

* Lebih aman karena risiko uang hilang lebih kecil dan bila hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek/bilyet giro dengan cara pemblokiran.


Kelemahan Uang Giral yaitu:


* Tidak Efektif Digunakan Untuk Membayar Dalam Jumlah Yang Kecil

* Tidak Setiap Orang Dapat Menerimanya

Uang Kuasi atau Near Money

Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik. 


Near Money artinya tidak dapat dengan serta merta ditukarkan atau memperoleh barang/jasa yang akan dikonsumsi, tetapi sangat mudah apabila akan ditukarkan dengan uang.


Contoh: Wayan tumpuk atmaja ingin membeli baju di tiara dewata, maka dia harus ke bank terlebih dahulu untuk mencairkan uangnya.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG

PERMINTAAN

Permintaan uang diartikan sebagai kebutuhan masyarakat akan uang tunai. Menurut John Maynard Keynes ada 3 Kebutuhan yang mempengaruhi permintaan uang tunai oleh masyarakat. Ketiga kebutuhan tersebut yaitu:


Kebutuhan Transaksi (Transaction motive)
Kebutuhan Berjaga-jaga (Precautionary motive)
Kebutuhan Spekulasi (Specualtive motive)

Untuk dapat memahami secara lebih mudah tentang ketiga motif tersebut berikut ini akan diuraikan satu persatu.


1. Permintaan uang untuk transaksi (transaction demand)


Terkait dengan fungsi uang sebagai alat tukar, kita menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa atau untuk membayar tagihan. Permintaan uang untuk transaksi memiliki hubungan positif dengan pendapatan. Jika pendapatan naik, maka permintaan uang untuk keperluan bertransaksi juga meningkat.


2. Permintaan uang untuk berjaga-jaga (precautionary demand)


Permintaan terhadap uang bisa saja karena orang ingin berjaga-jaga terhadap suatu peristiwa yang tidak dikehendaki seperti sakit, kecelakaan, kebanjiran dan kebakaran. Permintaan uang untuk berjaga-jaga juga memiliki hubungan positif dengan pendapatan.


3. Permintaan uang untuk spekulasi (speculative demand)


Spekulasi berarti melakukan sesuatu tindakan atas dasar ramalan perubahan nilai harta di masa depan. Jika seorang spekulan meramalkan bahwa harga rumah, nilai saham, atau harga emas akan meningkat dimasa depan, mereka akan membeli rumah, saham, atau emas, dan bukan menyimpan uang. Jadi, dalam hal ini spekulan berharap bahwa mereka akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga rumah, saham, atau emas di masa depan. Ini tentu dengan sendirinya mengurangi permintaan uang.


PENAWARAN


Banyak faktor yang mempengruhi pergeseran kurva penawaran uang, antara lain:

- Tingkat bunga.

- Tingkat inflasi.

- Produksi dan penawaran nasional.

- Nilai tukar rupiah.


1. Tingkat bunga.


Bunga merupakan imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan. 


Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam suatu periode tertentu disebut suku bunga. Suku bunga tetap adalah suku bunga pinjaman yang tidak berubah sepanjang masa kredit. Tingkat bunga merupakan faktor utama yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. 


Tingginya tingkat bunga menyebabkan biaya produksi meningkat yang pada gilirannya menyebabkan dunia usaha menjadi lesu.

2. Tingkat inflasi.


Inflasi dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/alat tukar) dan yang kedua adalah tekanan produksi dan atau distribusi. Inflasi tarikan permintaan (demand pull inflation) lebih dipengaruhi dari peran negara dalam kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral. 


Inflasi ini terjadi akibat adanya permintaan total yang berlebihan yang biasanya dipicu oleh membanjirnya likuiditas di pasar sehingga terjadi permintaan yang tinggi dan memicu perubahan pada tingkat harga. 


Bertambahnya volume alat tukar atau likuiditas yang terkait dengan permintaan terhadap barang dan jasa mengakibatkan bertambahnya permintaan terhadap faktor-faktor produksi tersebut. Jadi, inflasi ini terjadi karena suatu kenaikan dalam permintaan total sewaktu perekonomian yang bersangkutan dalam situasi full employment dimana biasanya lebih disebabkan oleh rangsangan volume likuiditas dipasar yang berlebihan. 


Membanjirnya likuiditas di pasar juga disebabkan oleh banyak faktor selain yang utama tentunya kemampuan bank sentral dalam mengatur peredaran jumlah uang, kebijakan suku bunga bank sentral, sampai dengan aksi spekulasi yang terjadi di sektor industri keuangan.


3. Produksi dan penawaran nasional.


Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu. 


Konsumsi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pendapatan nasional Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan.


4. Nilai tukar rupiah.


Jika nilai tukar rupiah menurun, pemerintah akan menurunkan jumlah rupiah yang beredar, sehingga sesuai hukum keseimbangan permintaan dan penawaran. Tingkat bunga akan naik dan nilai rupiah pun terangkat. 


Nilai tukar yang berdasarkan pada kekuatan pasar akan selalu berubah disetiap kali nilai-nilai salah satu dari dua komponen mata uang berubah. Sebuah mata uang akan cenderung menjadi lebih berharga bila permintaan menjadi lebih besar dari pasokan yang tersedia. Nilai akan menjadi berkurang bila permintaan kurang dari penawaran yang tersedia. 


Peningkatan permintaan terhadap mata uang adalah yang terbaik karena dengan meningkatnya permintaan untuk transaksi uang, atau mungkin adanya peningkatan permintaan uang yang spekulatif.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH UANG BEREDAR

Ekonomi makro atau makro ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makro ekonomi menjelaskan tentang perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyakarakat, perusahaan, dan pasar.


Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar antara lain:


- Tingkat pendapatan masyarakat.


- Tingkat suku bunga.


- Selera masyarakat.


- Sistem pembayaran.


- Jenis kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat.


LEMBAGA KEUANGAN

Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, di mana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. 


Bentuk umum dari lembaga keuangan ini di bagi menjadi dua, adalah sebagai berikut:


* LEMBAGA KEUANGAN BANK 


- Bank sentral.


- Bank umum.


- Bank perkreditan rakyat (BPR).


- Bank syariah.


* LEMBAGA KEUANGAN BUKAN BANK (LKBB)


Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah bentuk badan usaha yang melakukan berbagai aktivitas keuangan baik secara langsung maupun tidak langsung, mengumpulkan dana dari masyarakat dan mengedarkan dana kepada masyarakat untuk kegiatan produktif demi keuntungan perusahaan dan masyarakat diberikan balas jasa atau bunga simpanan.


Kegiatan moneter yang berhubungan dengan uang dan keuangan bisa dilakukan oleh lembaga keuangan bukan bank karena bank memiliki keterbatasan untuk melakukan kegiatannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. 


LKBB berperan untuk membantu dunia usaha agar produktivitas barang atau jasa meningkat, melancarkan distribusi barang, dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank


- Pasar modal / bursa efek


- Perusahaan ajak piutang.


- Pegadaian.


- Perusahaan sewa guna.


- Perusahaan Asuransi.


- Perusahaan dana pensiun.


- Koperasi simpan pinjam.
Perusahaan modal ventura.

0 Response to "UANG DAN JENIS-JENIS UANG"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

OM Swastyastu, OM Awighnamastu Namo Siddham, OM Siddirhastu Tad Astu Svaha, 
OM Hrang Hring Sah Parama Sivaditya Ya Namah.

Kami Sebagai Publisher Online Menghaturkan Pangaksama Permohonan Maaf Ke Hadapan Ida Sanghyang Widhi Wasa (Ida Sanghyang Parama Kawi) Beserta Bhatara-Bhatari Leluhur Serta Junjungannya, Tatkala Kami Menceritakan Keberadaan Para Leluhur Yang Sudah Menempati Nirwana, Kiranya Kami Terlepas Dari Kutuk Neraka Apabila Kami Menyebarkan Informasi Dari Berbagai Sumber Yang Kurang Tepat Atau Adanya Kekeliruan. 

OM Tat Pramadat Ksama Svamam Ya Namah. OM Shanti, Shanti, Shanti OM.

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel