Anuduh, Peji, Biu Lalung dan Kelukuh

by -686 Views
Apa itu Anuduh, Peji dan Biu Lalung?

Sanggah Surya
Anuduh, Peji, Biu Lalung dan Kelukuh
Contoh: Sanggah Surya Saat Piodalan Ring Pura Ibu

Redsobek.com – Sudah di searching di google tidak lengkap juga menemukan artikel tentang informasi mengenai sarana upakara untuk upacara piodalan yakni ANUDUH, PEJI dan BIU LALUNG.

 
Anuduh, Peji dan Biu Lalung dipakai pada Sanggah Surya atau sanggah Tawang, tetapi apakah kalian tahu makna sebenarnya?
 
Sanggah Surya atau banyak yang menyebut sanggah Agung merupakan simbolis dari linggih Dewa Surya.


Pada Sanggah Surya atau Sanggah Tawang Terdapat Prasarana Upakara Terpenting Seperti:

 
BIYU LALUNG
 
Merupakan pohon pisang yang masing utuh terdapat jantung pisangnya.
Biyu lalung sebagai simbul kekuatan Purusa (centana) dari Sang Hyang Widhi.
 
ANUDUH atau BUAH PINANG MUDA
 
Buah pinang sebagai simbul permohonan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi, supaya apa yang dipersembahkan berpahala sesuai dengan persembahannya.
 
BUAH UDUH PEJI
 
Merupakan simbul manefestasi Sang Hyang Widhi sebagai Bathara dan Bathari, Dewa dan Dewi yang ikut menyaksikan persembahan umat, dan memberi anugrah sesuai karmanya.
 
KELUKUH BERISI BEREM
 
K3lukuh terbuat dari pelepah pinang yang dibentuk seperti kantong dan berisi berem. Kelukuh merupakan simbul kekuatan Prakerti (acetana) dari Sang Hyang Widhi. Berkekuatan prakerti berarti Beliau memberikan kekuatan pada setiap material yang dipersembahkan sebagai sarana memberikan anugrah kepada Umat Hindu.
 
Jadi persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi harus yang masih segar dan dilandasi rasa bakti yang tulus dan ikhlas.
.

Menilik tujuan tertinggi dalam ajaran Hindu adalah “ Moksartham jagadhita ya ca iti dharma “ yg artinya dengan dharma kita mewujudkan kedamaian terhadap semua makhluk dan keharmonisan alam semesta serta mencapai pembebasan dari roda samsara.

Jagat Kerti adalah upaya untuk menjaga kesucian atau keharmonisan hubungan antara semua makhluk.

Secara Sekala dilaksanakan dengan cara saling menolong , menghormati dan menjaga keharmonisan hubungan sosial. Termasuk menjaga habitat asli hewan liar.

Secara Niskala dilaksanakan dengan cara Bhuta Yadnya yaitu yadnya yg diselenggarakan bagi sarwa Bhuta ( Makhluk Alam Bawah ), hewan, tumbuh – tumbuhan serta unsur unsur Alam Raya beserta dinamika kekuatanNya berupa haturan segehan, mecaru dll dengan tujuan menyomiakan kekuatan – kekuatan kegelapan sehingga menjadi damai dan harmonis.

Anuduh, Peji, Biu Lalung dan Kelukuh

One thought on “Anuduh, Peji, Biu Lalung dan Kelukuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.