Banten Byakala Sesuai Sastra

by -212 Views

Banten Byakala atau Byakaon dalam tradisi Hindu Bali memiliki makna penetralisir kekuatan bhuta kala yang sifatnya negatif, sehingga dengan mempersembahkan atau melaksanakan pebyakalaan / mebyakaon maka akan tercapai keseimbangan lahir dan bhatin dalam kegiatan upacara.

.

Cara Metanding Banten Byakala:

Siapkan sebuah sidi berisi taledan segi empat, diatasnya berisi kulit peras, diatas taledan berisi raka-raka jangkep seperti pisang 2 (dua) biji, buah-buahan, jaje uli begine.

Berisi sebuah sampiyan naga sari, Sebuah pesucian, Sebuah lis amuan-amuan, Sebuah nasi metajuh (simbolis laki-laki).

Isikan ceper berisi base tulak, takir berisi beras kuning, tempurung kelapa berisi nasi berwarna hitam, telur ayam mentah.

isi juga dengan kojong rangkat berisi kacang + telur + saur.

isi dengan nasi kepelan agung metanjeb bawang tabia. Sebuah nasi metimpuh (simbolis wanita).

Berisi dengan sabet dari serabut kelapa, berisi 3 (tiga) katih lidi, berisi sebuah penyeneng dan sebuah payuk pere.

….

Gambar Tetandingan Banten Pebyakalaan Sesuai Dengan Sastra

Byakala

Baca Juga Artikel Terkait:

# Cara Alur Mebyakala/Byakaon

…..

Kemungkinan banyak di tempat atau daerah lain disekitar Bali atau Indonesia memiliki cara berbeda-beda dalam mengimplementasikan cara pembuatan banten Byakala/byakaon ini. Semuanya tergantung pengalaman, tradisi turun temurun bahkan memang warisan budaya para leluhur.

…..

Kiranya artikel informasi Banten Byakala atau Byakaon ini jangan dijadikan acuan utama dalam sebuah upakara yang benar-benar sempurna. Kembali ke lingkup nista madya dan utama dalam Hindu Bali. Om Nama Sivaya!…

…..

Web Redsobek dan Redrewel merupakan situs satu server yang di redirect mejadi 1 url utama yakni Redsobek.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.