Buutenan/Penyeneng

by -262 Views

Cara Membuat Buutenan/Penyeneng;

Pertama siapkan 3 biji janur kemudian ditues berbentuk kojong pada bagian bawah,

Bagian atas berbentuk sesapi, kemudian berisi 3 biji tulang lindung dan sampian sayut dibagian paling bawah dipakai dasarnya kemudian dijahit menjadi 1 pada tuesan penyeneng/butenan,

Buutenan ini terdiri dari 3 bagian kojong, masing-masing dari kojong berisi ajengan putih diatasnya berisi kacang saur, segau/daun dadap yang sudah diiris/ditumbuk (dihaluskan) berisi beras kuning dicampur jadi satu,

Kojong lagi satu berisi daun kayu, porosan, bunga pacah/jepun dan kembang rampe (sam-sam).

Cara Metanding Buutenan:

Siapkan sebuah bokor kecil berisi beras putih setengah gelas (secukupnya) kemudian diatas beras berisi pis bolong satakan (satu gencet) kemudian diatas pis bolong diletakkan Buutenan yang sudah ditanding. Berisi 1 buu (lis) yang sudah diikat isi daun kayu dan jahitan padma.

Banten Buutenan
Contoh: Banten Buutenan dan Krik Kramas

Catatan:

Buutenan penyeneng berbeda dengan banten penyeneng.

Biasanya penyeneng dikarangasem disebut dengan buutenan saja.

Buutenan yang kami tulis di artikel ini sebagai simbolis pembersih.

Banten Penyeneng / Tehenan / Pabuat :

Jenis jejaitan yang di dalamnya beruang tiga masing-masing berisi beras, benang, uang, nasi aon (nasi dicampur abu gosok) dan porosan,

Merupakan jejahitan yang berfungsi sebagai alat untuk menuntun, menurunkan Prabhawa Hyang Widhi, agar Beliau berkenan hadir dalam upacara yang diselenggarakan.

….

Baca Juga artikel lainnya:

.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.