Hindari Bertengkar Saat Hamil

by -212 Views

Redsobek.comBertengkar memang hal manusiawi dan emosi sesaat ini hendaknya butuh pengendalian diri yang kuat. Khususnya Hindari Bertengkar Saat Hamil merupakan hal yang wajib anda ketahui efek atau akibat yang ditimbulkan.

 HINDARI PERTENGKARAN SAAT HAMIL

.

Selama masa kehamilan, selain kondisi fisik yang mengalami perubahan, hormon ibu hamil pun ikut berubah.

Perubahan hormon inilah yang nantinya bisa membuat mood ibu berantakan, sehingga bisa lebih sensitif dari biasanya dan memicu pertengkaran jika tidak saling memahami satu sama lain.

Hal ini sebaiknya jangan dibiarkan,
Karena jika ibu hamil sering marah-marah dikhawatirkan kesehatan janin akan terdampak , antara lain :

  1. Bayi Stres & Lahir Prematur

Ketika sering bertengkar dengan suami saat hamil, ibu otomatis menjadi stres. Kondisi mental ibu tersebut akan dialami pula oleh bayi.


Stres dapat menyebabkan hormon kortisol di dalam tubuh ibu meningkat.

Dampaknya adalah aliran darah ke janin terganggu, serta meningkatkan risiko lahir prematur dan berat badan bayi lahir rendah.

.

  1. Sistem Kekebalan Tubuh Menurun

Stres saat hamil dapat membuat sistem imun tubuh ibu maupun bayi menurun. Sehingga ibu rentan terserang penyakit yang berisiko membahayakan kesehatan calon bayi.

.

  1. Perkembangan Otak Bayi Terganggu

Stres selama masa kehamilan juga meningkatkan kemungkinan bayi mengalami kecemasan tinggi. Kecemasan ini akan berdampak pada otak bayi. Misalnya, berisiko tidak bisa berfungsi dengan baik dan sulit merespons.

.

  1. Risiko Keterlambatan Motorik dan Mental Bayi

Ibu yang marah pada suami saat hamil juga diteliti bisa meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan motorik dan mental pada bayi nantinya.

Maka dari itu , untuk meminimalkan pertengkaran selama hamil, istri dan suami harus saling mengerti dan menurunkan egonya masing-masing.

Komunikasi adalah kunci yang paling utama.


Suami harus mengerti bahwa kehamilan adalah proses yang tidak mudah bagi wanita karena terjadi perubahan fisik dan hormon.

Dan dari sisi istri, utarakan dengan baik hal yang membuat perasaan tidak nyaman. Sebaiknya jangan memendamnya kemudian meledak-meledak di kemudian hari.

Rahayu Sareng Sinamian. Dumogi setate akur sareng semeton lan keluarga.

Sumber Referensi: Bayu_Ivanders

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.