Kasta dan Wangsa Nama Orang Bali

by -1017 Views
Redsobek.com – Kasta dan wangsa dalam lapisan masyarakat Bali memiliki peran masing-masing dari nama orang-orang Bali. Walaupun pada saat sekarang ini nama yang berkasta dan punya wangsa tersebut sudah tidak sepenuhnya diperdulikan karena pengaruh jaman.

Kasta dan wangsa pada saat ini hanya dipakai dikalangan silsilah keluarga saja,. yang secara khusus untuk menunjukan apabila dalam keluarga tersebut memiliki keturunan raja atau abdi negara.


Kast4 masih dihormati di masyarakat Bali walaupun secara fungsi tidak berlaku lagi dan akan tetap bertahan sampai kapanpun.
Brahmana Kesatria Waysia Sudra
Kasta dan Wangsa Nama Orang Bali
 
Mari Kita Ambil Contoh:
 
Kasta/Wangsa seorang Brahmana, atau keturunan dari para Pendeta, maka silsilah atau keturunannya akan diberikan nama Ida Bagus atau Ida Ayu (dayu).
 
Ida Bagus untuk penyebutan nama laki-laki dan Ida Ayu penyebutan untuk keturunan perempuan.
.
Kasta/Wangsa seorang Ksatria, atau keturunan dari berbagai kalangan kerajaan jaman dahulu seperti anak-anak raja yang tidak menjadi kepala kerajaan,. abdi dalem kerajaan atau pembantu kerjaan seperti pendekar dan lainnya.

Nama-nama dari kasta atau wangsa ksatria yakni seperti Cokorda, Dewa, Gusti dan Anak Agung. Sedangkan untuk anak wanita, biasanya memakai nama wangsa Desak, Ayu, Istri atau Sakti. 


Misal namanya adalah Dewa Ayu, Desak Anom, Dewa Alit dan lainnya. Melalui nama-nama tersebut kita sebagai masyarakat mengetahui mereka-mereka dahulu merupakan abdi dalem kerajaan.
.
Wangsa atau Kasta Waisya, Adalah para masyarakat yang berada di luar istana kerajaan jaman dahulu dan bertugas sebagai penggerak perekonomian, menggerakkan pembangunan dan sektor perindustrian. 

Sebagai contoh, Seorang pedagang atau saudagar ternak atau pengusaha.


Para keturunan dari Kasta/wangsa Waisya ini biasanya para keturunannya akan bergelar Sang, Si, Ngakan dan Kompyang.

Wangsa atau Kasta Sudra, merupakan kasta umum di Bali dan dominan hampir 90% masyarakat Bali bertugas sebagai pelayan masyarakat,. bekerja menjadi anggota masyarakat secara umum.


Biasanya para kaum Sudra ini para keturunannya akan diberi dengan nama umum seperti Wayan, Putu, Made, Kadek, Komang, Nengah, Nyoman, Ketut.


Untuk jaman sekarang nama bali kebanyakan diberi awal I (i) artinya memperkuat nama itu sendiri secara niskala (taksu).

.

=> Nama Baik Adalah “Taksu”

=> Kelahiran Tadah Kala Mangsa Bagi Para Leak


Kasta dan Wangsa Jaman Sekarang


Kita mencoba mengulas pada pemerintahan sekarang, ambil contoh saja Bapak Koster sebagai Gubernur Bali 2019-2024, dan pak Koster dari treh (golongan) Pasek dan apakah pak Koster naik kasta menjadi seorang Raja Bali?

Bisa dijelaskan apabila treh Pasek merupakan catur warna karena sesuai profesi kalau kasta/wangsa itu merupakan dari keturunan.
 
Inilah kearifan para leluhur di Bali mulai Brahmana Ksatria Waisya dan Sudra, karena Bali di rancang oleh bisama dan yang berkasta ataupun tidak kalau sudah melanggar bisama ini, maka akan fatal akibatnya, yang masih percaya syukur yang tidak percaya boleh diabaikan

Karena kita sedang membahas hal yang sangat sensitif sekali tentang Kasta dan wangsa, tidak lupa admin Redsobek.com meberikan source referensi aslinya.
 
Brahmana Kesatria Waysia Sudra 1
 
Percaya atau tidak jika Kasta itu tidak akan pernah sirna atau hilang sampai akhir jaman, ini sebuah Keniscayaan Alam. Dahulu kala dikenal sistem kasta Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra, sedangkan dijaman teknologi digital ini dikenal sebagai guru kerohanian, dinas pemerintah diberbagai tempat bekerja, pengusaha, rakyat miskin atau menganggur, sehingga itu semua tidak bisa dipungkiri lagi.
.
Ada baiknya hal-hal sesensitif ini tidak perlu dibahas di media sosial, karena pengetahuan dan kemampuan berpikir pembaca berbeda-beda.

Intinya siapapun yang menjelaskan tidak akan pernah mengaku dirinya berasal dari kasta yg digolongkan lebih rendah dan pastinya akan lebih mengagungkan kastanya sendiri, itulah sifat dasar yg alamiah dari manusia termasuk disetiap diskusi yg mengangkat tema kasta.


Percaya tidak percaya diskusi seperti ini seperti mencari ujung benang yg sangat-sangat kusut sekali. Rahayu semeton sami, ngiring mulat sarira, margiang dharma lan swagina iraga kemanten, karena perilaku yang akan menentukan kualitas setiap individu.
 
Kembali ke Hindu saja, Kasta dibagi atas Catur warna dan catur warna dibagi berdasarkan Profesinya,. Sebagai Contoh jika seseorang menjadi dokter maka akan disebut Pak/Ibu dokter,. tetapi ketika si dokter memiliki anak, tidak langsung memiliki gelar dokter ayahnya.


Kasta Dibali jadikan sebagai perbedaan yang bersifat Horisontal jangan sesekali Vertikal. karena itu menyalahi ajaran Weda yang merupakan dasar dan diatas segalanya untuk umat Hindu.

 
Untuk Wangsa Brahmana, khususnya di Bali, siapapun mereka, baik keturunan (Brahmana Ciwa-Tantrayana) Ida Dang Hyang Dwijendra dan Ida Dang Hyang Astapaka (Brahmana Buddha), Ida Bagus atau Ida Ayu ataupun Bukan. TETAP dikatakan sebagai wangsa brahmana, ketika medwijati atau ekajati (menjalani proses sulinggih).

Wangsa Brahmana dapat menjadi siapa saja yang mampu menjalani ke-sulinggihan, maupun keturunan dari orang yang menjalani ke-sulinggihan. 
.
Sedangkan untuk Wangsa Waisya pada masanya adalah mereka yang berhasil dari segi ekonomi, maupun strata sosial (mau diluar atau didalam kerajaan) dan informasi yang keliru apabila ada yang mengatakan penghapusan nama gelar untuk wangsa waisya.

Ingat Wangsa/Varna/Warna tetap berlaku sampai sekarang ini, akan tetap ada sampai kapanpun selama Dharma masih berputar, namun perlu diingat, Yang terlahir Sudra dapat menjadi Waisya, Ksatriya, dan Brahmana.

Dan seorang yang terlahir dari seorang Brahmana sekalipun dapat menjadi seorang Sudra, bahkan kaum mlecca sekalipun, karena Dharma tidak mengenal sistem Kasta, yang kita kenal ialah Varna/Wangsa, dan semua ada awal mulanya.

.
Sistem warna atau wangsa sendiri mulai disalah artikan (salah kaprah). dengan Kasta ketika umat Hindu mulai acuh tak acuh terhadap ajaran agama Hindu. Semoga saja kedepan, akan ada kesadaran seiring kembalinya ajaran Hindu Dharma di bumi Nusantara.

.
Karena sesungguhnya Varna atau Wangsa dinilai dari keturunan sebelumnya, namun dapat diubah di generasi setelahnya.
.
*Sedikit keterangan lebih lanjut, 
Ida Ayu atau Ida  Bagus adalah keturunan dari Ida DangHyang Dwijendra dan Ida DangHyang Astapaka. tidak semua keturunan beliau akan menjadi Brahmana pada akhirnya, dan juga tidak semua Brahmana adalah keturunan beliau.

Walau memang keturunan beliau diharapkan untuk menempuh jalur hidup brahmana pada akhirnya.
 
Narasi: Calonarangtaksu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.