KERAUHAN VS KERASUKAN

by -309 Views

Redsobek.com – Fenomena yang sedang viral tiap-tiap ada upacara yadnya ataupun panca yadnya di Bali yakni Kerauhan. tetapi mari simak apakah perbedaan dari Kerauhan dan Kerasukan seorang manusia saat suatu acara / tradisi adat Bali berlangsung!…

KERAUHAN VS KERASUKAN
KERAUHAN VS KERASUKAN

Kerauhan asal kata rauh atau mendatangkan. Didasari upakara banten ke linggih ida bhatra,
Karena banten / upakara adalah simbolis dari sakralnya sesuatu kegiatan.

.

Ada kerauhan Dewa dan Bhuta

Kerauhan Dewa , tentunya tata bicara sesuai sesana : sifat perilakunya halus , tak jarang meneteskan air mata / air liur saat berbicara ( tidak bisa dikendalikan ).

Sementara Kerauhan Bhuta , Tutur katanya tidak terarah, tidak mengikuti sesana dan lebih ke ngujar ala serta biasanya mengambil api dan sarana lainnya. Hal ini berbeda dengan kerauhan yang ada landasan dasarnya.

.

Jika terjadi di tempat umum , bukanlah kerauhan melainkan kerangsukan (kesurupan). Sebab kerauhan ada media sakral dan ruang khusus.

.

Kerangsukan berasal dari kata rangsuk yang berarti memasukan. Hal yang dimasukkan identik dengan sesuatu hal yang bersifat negatif. Seperti seseorang yang ingin menyakiti orang lain dengan ilmu pangiwa (kiri). Menyebabkan energi yang dirasuki bergesekan hingga menjadi bebai atau penyakit (gaib) lainnya.

.

Dan kesurupan ‘surup‘ artinya tidak sadar. Sering terjadi saat kondisi seseorang dalam tekanan, cemas, khawatir dan takut berlebihan sehingga tidak hanya satu bahkan bisa terjadi pada kelompok tertentu ( tanpa media yang sakral ).

.

Doa Mantra Kesembuhan Keselamatan

“ Om Sarva Vighna , Sarwa Klesa , Sarva Lara Roga Vinasa Ya Namah Swaha “

Artinya :

“Om Sang Hyang Widhi Wasa, semoga segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan gangguan binasa oleh-Mu”

Ya Tuhan semogalah dia yg sakit tersembuhkan atas kehendak-Mu sesuai dengan karmanya …

Apabila belum waktunya dia sembuh, maka ringankanlah beban dan penderitaannya wahai Engkau yang Maha pengasih …

Maafkanlah hamba mu yg diselimuti dengan dosa dan tuntunlah hambamu dari kegelapan menuju cahaya-Mu yang suci …

.

SUKHA TAN PAWALI DUKHA

Di Alam ini tiada kesengsaraan / penderitaan, yang ada hanya kebahagiaan yang sulit untuk dirasakan bagi sebagian orang.

Karena manusia memiliki sifat yang tidak pernah puas dan selalu ingin lebih, sehingga ketika apa yang mereka inginkan tidak dapat terpenuhi maka akan sering dianggap sebagai sebuah penderitaan.

.

Dan dalam perjalanan kehidupan ini terkadang kita melupakan apa itu karma sehingga seringkali menyalahkan apa yang terjadi / yang kita hadapi seolah-olah orang lain lah sebagai penyebabnya.

.

Sesungguhnya apa yang berasal dari kita akan kembali pada kita begitulah hukum karma, jadi dalam menghadapi kehidupan ini hendaknya kita tetap berpikir, berbuat dan berucap yang baik tanpa memperhitungkan hasil / atau balasannya.

Sumber Referensi: Bayu_Ivanders

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.