Makna Dari Sarana Pejati

by -206 Views

Redsobek – Artikel sebelumnya tentang => Cara Buat Pejati Karangasem dan Denpasar

Penjelasan kali ini membahas bahan atau prasarana dari Banten Pejati Menurut Lontar Tegesing Sarwa Banten;

Pejati-1
Pejati


Mengenai Rerasmen:

“Kacang; ngamedalang pengrasa tunggal,

Komak; sane kakalih sampun masikian“.


Artinya: Kacang-kacangan menyebabkan perasaan itu menjadi menyatu, kacang komak yang terbelah dua itu sudah menyatu.


“Ulam; iwak; rawos sane becik rinengo”.


Artinya: Ulam atau ikan yang dipakai sarana rerasmen itu sebagai lambang bicara yang baik untuk didengarkan.

.

Mengenai Buah-buahan:


“Sarwa wija; sakalwiring, gawe; sane tatiga ngamedalang pangrasa hayu, ngalangin ring kahuripan“.


Artinya: Segala jenis buah-buahan merupakan hasil segala perbuatan, yaitu perbuatan tiga macam atau disebut Tri Kaya Parisudha,. yang menyebabkan perasaan menjadi baik dan dapat memberikan penerangan pada kehidupan.

Mengenai Kue/Jajan:


“Gina; wruh, uli abang putih; liang apadang; patut ning rama rena.

Dodol; pangan, pangening citta satya, Wajik; rasaning sastra,

Bantal; phalaning hana nora,

Satuh; tempani, tiru-tiruan“.


Artinya
: Gina adalah lambang mengetahui, Jaje Uli merah dan Jaje Uli putih adalah lambang kegembiraan yang terang, bhakti terhadap guru rupaka (ayah-ibu).

Dodol adalah lambang pikiran menjadi setia, wajik adalah lambang kesenangan mempelajari sastra. Bantal adalah lambang dari hasil yang sungguh-sungguh dan tidak,. dan

Satuh adalah lambang patut yang ditirukan.

Mengenai Bahan Porosan:


“Sedah; hiking mangde hita wasana, ngaraning matut halyus hasanak, makadang mitra, kasih kumasih“.


Artinya: Sirih dan pinang itu lambang dari yang membuatnya kesejahteraan/kerahayuan, berawal dari dasar pemikirannya yang baik, cocok dengan keadaannya, bersaudara dalam keluarga, bertetangga dan berkawan.

Demikian kupasan banten Pejati, baik (upakara) maupun kajian filosofisnya,. sehingga dengan pemahaman ini dapat menumbuhkan kesadaran, keyakinan, dan kemantapan umat Hindu dalam membuat. dan menghaturkan Banten Pejati dan melaksanakan ajaran agama Hindu yang penuh dengan simbol-simbol.

Sehingga dapat mengikis dogma “Anak Mula Keto” di masa yang akan datang.

Nah itulah tadi informasi filosofi pejatian dari saya,semoga bermaanfaat 👌🏼. Apabila ada yang mau bertanya silahkan komen di kolom komentar ngih!…

..

Baca juga web partner kami di; Redrewel.com

..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.