Mengatasi “Pepasangan” di Pekarangan Rumah

by -335 Views

Redsobek.comMENGATASI PEPASANGAN DI PEKARANGAN

Mengatasi Pepasangan di Pekarangan Rumah
ilustrasi: Mengatasi Pepasangan di Pekarangan Rumah

Pepasangan (berkaitan dengan aliran Niwerti) adalah sarana yang ditanam pada tempat tertentu seperti pekarangan rumah / usaha yang bertujuan untuk membencanai korbannya.

.

Beberapa gejalanya: Gelisah, Mimpi buruk, tidak nyaman di pekarangan, anggota keluarga sering bertengkar.

Keluhan secara fisik: sakit kepala seperti ditusuk-tusuk, terasa berat di bagian punggung seperti tertimpa beban, kaki terasa panas kesemutan tak tertahankan dan semua gejala itu yg sekalipun sudah ditangani medis tak kunjung membaik bahkan tak mampu di diagnosa medis, dan jika di usaha bisnis biasanya akan mengakibatkan usaha tidak terlihat oleh pelanggan hingga sepi pengunjung.

.

Untuk menetralisir pepasangan ini bisa dengan beberapa cara sederhana yaitu menggunakan sarana injin atau ketan hitam yang disangrai yg kemudian ditaburkan di area pekarangan untuk meredam energi negatif.

.

Selain itu menetralkan pepasangan juga bisa dilakukan dengan sarana air cucian beras ( yang pertama ), ditambahkan dengan tiga pucuk daun kelor dan daun ilalang sembilan helai, lalu ikat dengan benang tridatu ( ikatan ke arah kiri ), cipratkan ke seluruh area pekarangan dan letakan sisanya disekitar area penugun karang disertai memohon kepada-Nya agar pekarangan di bersihkan dari pengaruh negatif.

.

Dan yang terakhir dengan sarana garam wuku ( berukuran besar segi empat ) ditambahkan dengan abu yang diambil dari prapen pande lalu diayak, dicampurkan dengan pamor dari batu karang, kemudian dimasukkan ke dalam payuk tanah liat ( letakan di area pekarangan ).

Namun yang lebih kuat menggunakan sarana air campuhan di laut dengan air sungai ( cipratkan keliling pekarangan ke arah berlawanan jarum jam sebanyak 3x putaran ).

.

Dan sebaiknya menetralisir pepasangan bisa menggunakan sarana banten. Seperti banten prayascita, banten caru eka sata untuk dihaturkan kepada para bhuta dan juga sarana segehan agung.
.

#Baca Juga:

Mantra Penangkal/Pengusir Leak Bali

Mantra-mantra Rahina Nyepi

.
Berikut salah satu cerita tentang Mengatasi “Pepasangan” di Pekarangan Rumah seorang tambe umat Hindu,

“Om Swastyastu jro, baru-baru ini saya mengalami hal mistis seperti pepasangan, tetapi yang menjadi korban bapak saya, sampai meninggal bulan agustus lalu, dari 8 bulan kemarin bapak saya sakit.

Mulanya, sakit anyang-anyangan, terus kencing keluar darah, sudah dibawa ke beberapa balian (dukun bali), dan 4 rumah sakit.

Kalau di medis dokternya belum melihat penyakit apa padahal sudah cek urologi, kalau di balian, dibilangnya dulu leluhurnya punya sesangi dan merajan belum ngenteg linggih tapi itu sudah bayar dan dijalani, ngenteg linggih saja belum, karena belum ada biaya, tapi malah sakit lagi.

Nah 2 minggu sebelum bapak meninggal sakitnya tambah parah, nah akhirnya saya ajak ke RS lagi ( cek urologi lagi ) disana baru kelihatan sakitnya, katanya ginjal dan ada tumor dikantong kemih, apa nike termasuk pepasangan juga nggih, sampai penyakit bapak tyang gak kelihatan sebelumnya, sudah mau meninggal baru kelihatan”

.

Pepasangan ada banyak macamnya dan tipe sarananya menurut kekuatan dan daya efek yang ditimbulkan, kita tidak akan tahu apakah itu pepasangan atau memang bawaan sakit dari keluarga.

Tetapi untuk pengendalian pepasangan ini, kami berikan,

Mantram Nunas Perlindungan:

“Om, Om Astu Maha Bhayaya,
0m Sarva Deva, Sarva Sanjata, Sarva Varna Ya Namah …
Om Atma Raksaya, Sarva Satru
Vinasa Ya Namah Svaha,”

Artinya :

“Om Sanghyang Widhi Wasa, penakluk segala macam bahaya dari segala penjuru …
Hamba memuja-Mu dalam wujud sinar suci dengan beraneka warna dan senjata yang ampuh …
Om Sanghyang Widhi Wasa, lindungilah jiwa ini , semoga semua musuh binasa atas kemahakuasaan-Mu”,


Rahayu sareng sami.

Sumber Referensi: Bayu_Ivanders

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.