“Ngayah” Tradisi Bali

by -86 Views

Redsobek.com – Ngayah atau Kerja adalah wujud cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tetapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan itu. Lalu duduklah di gerbang rumah ibadat dan terimalah derma dari mereka yang bekerja penuh suka cita, “(Kahlil Gibran)”.

Ngayah Bali

.

Ngayah Tradisi Bali ini menjadi jiwa dalam tindakan keagamaan, kata yang anggun, santun “tiang ngayah” mendamaikan hati dan pikiran. Masihkah ngayah menjadi pundi dan panji kehidupan beragama, sosial dan budaya?.

Dibutuhkan internalisasi kesadaran ngayah bukan sekedar tiket menggapai surgawi, tapi melepaskan segala bentuk keterikatan padanya.

Ketika ngayah masih dilekatkan pada egoisme, mencari untung,. material oriented di jenjang ini kita harus melompat melampaui semua itu bahwa Sang Penguasa atas kerja adalah Hyang Widhi.

Masihkah kita mengeluh, ngeduman ketika kerja di nilai dan di hargai tidak sesuai dengan harapan kita. Semasih ketidak tulus ikhlasan itu melekat, maka bola indah karma itu tidak akan terbang melambung lepas di alam nirvana.

Kepuasan batin tidak akan bisa diukur dengan material dan kucuran keringat ngayah adalah pangruwat klesa pada raga untuk jalan membuka lentera nurani.

Panah Arjuna tidak bisa lepas karena kemelekatannya pada hal yang bersifat jasmani. Di titik material kita butuh untuk kelangsungan hidup, namun terjebak dan terikat padanya membuat terjatuh,. maka pikiran harus bisa membebaskan kebelengguan ngayah harus di bayah.

Wiwekananda menegaskan bahwa “rahasi terbesar dari kemenangan sejatai (true success) adalah seseorang yang tidak mengharapkan sesuatu sebagai balasannya,. orang sempurna yang tidak mengutamakan diri adalah yang paling berhasil dan paling beruntung dalam dunia ini”.

Dimensi religius ngayah, jangan meminta sesuatu, jangan menghendaki sesuatu sebagai balasan,. berikan kekuatan jasmani dan rohani dalam hubungan dengan Hyang Widhi, dengan sesama dan dengan semesta ini.

.

=> Tradisi Ngebat di Karangasem

=> Tradisi Megebagan Karangasem

Dijaman sekarang, jikalau kita tidak bisa ikut ngayah tradisi bali ini,. sering kena nyinyir tetangga atau gosip dibelakang, selain ikut bhakti ke pura pada hari raya tertentu. Dalam hal ini kita tetap sabar dan semangat, karena kita tidak bisa menyenangkan semua orang, cukup sayangi diri sendiri dahulu.

Tetapi jika sekarang ngayah mengharapkan mebayah, ngayah bahasanya tetapi mebayah, terus diterima, apakah masih ngayah itu namanya?

Yang seharusnya Ngayah didasari atas dasar tulus ikhlas, tanpa ada imbalan/paksaan. Dumogi sareng sami semeton hindu setate rahayu!.

.

=> 4 Tahapan Manusia Hindu

=> Kemana Roh Atman Setelah Mati?

BK8Bali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.