Perjalanan Roh/Atman “Salah Pati”

by -409 Views

Redsobek.com – Perjalanan Roh/Atman “Salah Pati”, Beberapa kasus kematian akibat kecelakaan, tindakan kekerasan dan lain-lain,. yang membuat menyesalkan kejadian tersebut sekalipun kita bukanlah keluarga korban.

Apa yang kita rasakan tentu hal yang wajar dan manusiawi mengingat kematian tersebut “tidak wajar”. Dalam Nibanda disebutkan hendaknya kematian manusia seperti kematian Panca Pandawa, yakni diawali oleh kematian Nakula-Sadewa (kaki), Bima (tenaga), Arjuna (suhu badan dan sinar mata), dan terakhir Dharmawangsa (Roh meninggalkan tubuh).

Namun didalam kematian yang disengaja atau tak disengaja, urut-urutan kematian itu tidak terjadi, artinya langsung mati, misalnya mati karena kecelakaan,. Itulah yang dinamakan Mati Salah Pati Sedangkan Ulah pati artinya mati karena bunuh diri.

Salah Pati Ulah Pati

.

Istilah “atma kesasar” sudah lumrah bagi masyarakat Bali. Di setiap wilayah desa di Bali pasti saja ada cerita berkaitan dengan atma kesasar. Hal ini sangatlah wajar, mengingat Hindu Bali dengan filosofi atma tatwa sangatlah rinci dan mendalam mengurai mengenai atma.

Namun dalam konteks atma kesasar, sejatinya yang kesasar bukanlah atma itu sendiri, namun “roh”.

Sebab “atma” itu sendiri adalah percikan kecil dari “parama-atman” yang memiliki sifat sama dengan paramatman. Artinya atma itu sendiri adalah murni dan bebas dari pengaruh suka dan duka.

Sedangkan roh adalah atman yang diselubungi cita, budi, manah, ahamkara yakni sudah diliputi keinginan, kemauan, keakuan (ego), kecerdasan, akal, serta pikiran-pikiran baik maupun buruk.

Hal inilah yang menyebabkan atma yang tadinya murni menjadi terkungkung dalam emosi, keinginan, cita-cita serta perasaan-perasaan.

Dalam kondisi begini atma sudah tidak murni lagi, bahkan sudah terkungkung dalam awidya atau kegelapan.

Inilah yang kemudian mempengaruhi sifat manusia sebagai badan yang dihidupkan oleh atma yang sudah terkungkung yang disebut dengan roh.

Dalam liputan awidya (kegelapan) tersebut, roh memiliki keinginan tertentu untuk memuaskan cita atau hasrat hatinya yang terwujud dalam berbagai pikiran, perkataan dan perbuatan.

Jikalau salah pati (misalnya dibunuh) itu yang menyebabkan rohnya tidak terima dan menuntut balas (ego) atau rohnya gentayangan.

Roh yang gentayangan ini menuntut balas ke pelaku sebagai pengaruh maya yang kuat terhadap atman. Apabila keinginan manusia dan ego manusia tidak bisa dikendalikan, seperti nafsu dan kebodohan menjadi dominan di jaman sekarang, maka roh akan terikat dengan keduniawian.

=> Karma Manusia (Hidup dan Mati)

=> Alam Yamaloka : Pengadilan Orang Mati


Apa itu sejatinya atma? dan apa itu sang roh?

Atman adalah percikan terkecil dari Tuhan (Sang Hyang Widhi Wasa). Saat manusia mati, dia akan menyatu dengan parama-atman, Tuhan dan roh itu sendiri adalah pikiran perasaan dan bawah sadar manusia untuk menjalankan karma semasa hidupnya.

.

Hal apa yg perlu di pelajari tentang sang atma untuk mencapai kedamaian menuju alam berikutnya?.

Agama, meditasi, japam, punia, yadnya dan rajin sembahyang. Pada saat meninggal, puja mantra sang sulinggih (mantra pamrelinan) harus didengar dengan seksama, karena di sana ada petunjuk, kemana harus berjalan selanjutnya.

Berikut ini adalah kutipan dari Perjalanan Roh/Atman “Salah Pati” atman ke mercepade (akhirat).

=> Kemana Roh/Atman Manusia Setelah Mati? (Karmaphala)

Narasi: BK8bali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.