Prosesi Ngotonin (Manfaat,Tata Cara & Penetapan)

by -320 Views
Otonan asal katanya dari kata “WETU” (bahasa jawa kuno) artinya Kelahiran atau Penjelmaan. Seiring dengan waktu pengucapan kata WETU menjadi WETON dan berubah menjadi “OTON” atau “OTONAN”.
 
Otonan merupakan rahina atau hari ulang tahun versi Bali yang di Upacarai atau dilaksanakan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali versi Hindu Bali.
 
Otonan merupakan tradisi kuno bahkan sebelum agama Hindu datang ke Indonesia (Nusantara). 
 
Otonan Hindu Bali dihitung melalui SaptaWara (Radite, Soma, Anggara, Budha, Wrespati, Sukra, Saniscara) danPancaWara (Umanis, Paing, Pon, Wage, Kliwon).
 
Otonan
Otonan
Manfaat Ngotonin Bagi Umat Hindu di Bali
 
1. Secara psikologis otonan mampu menyehatkan jiwa jasmani rohani.
 
2. Hidup sang anak (yang diotonin) diberkati dengan keberuntungan dan rejeki.
 
3. Dipercaya mampu meminimalisir kesalahan-kesalahan terdahulu pada kehidupan sebelumnya.
 
4. Memancarkan aura positif dalam jiwa dan bedampak baik utuk kesehatan jasmani.
 
Pelaksanaan Upacara/Upakara Otonan
 
Setelah prosesi seorang anak dari pertama kali lahir yakni: Proses menanam ari-ari, Kepus Pungsed/Puser, sampai dengan pemberian nama atau upacara tiga bulanan sang bayi dan akan dilanjutkan dengan prosesi Otonan.
 
Upacara Otonan dilaksanakan dengan meriah dan besar biasanya pertama kali saat usia bayi berumur 210 hari.
 
Prosesi Upacara Otonan ini dilaksanakan pada kemulan atau merajan masing-masing purusa yang dipimpin oleh seorang pendeta, pemangku, atau tetua dalam keluarga.
 
Upacara Otonan bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Hyang Widhi atas berkah dan rahmat yang diberikan-Nya.
 
Tata Cara Pelaksanaan Ngotonin
 
1. Pemangku melakukan pemujaan (matur piuning/nganteb) untuk memohon kesaksian terhadap Hyang Widhi.
 
2. Melakukan pemujaan terhadap Siwa Raditya.
 
3. Melakukan penghormatan kepada leluhur.
 
4. Melakukan pemujaan saat melaksanakan potong rambut (potong rambut dilakukan hanya sekali saja sebagai simbolis pembersihan kotoran dalam jiwa yakni diatas atau kepala agar terjauh dari sifat negatif).
 
5. Melakukan pemujaaan saat Otonan dan bersembahyang.
 
Prosesi otonan ini sebagai simbolis rasa syukur kita sebagai manusia yang berasal dari Brahman dan harus kembali kepada-Nya. Dengan maksud sejak dini kita diajarkan untuk selalu intropeksi diri, mawas diri, mulat sarira agar selalu menghargai hidup ini menjadi lebih bermakna (berguna untuk semua makhluk).
 
 
Makna Otonon Hindu Bali
 
Otonan  yang meriah dan besar biasanya dilaksanakan pada saat pertama kali yakni 210 hari kelahiran sang anak atau 6 bulanan pertama. 
 
Selanjutnya otonan berikutnya dilaksanakan biasa-biasa saja tetapi tidak boleh dilupakan sampai akhir hayatnya.
 
Otonan harus dilihat dari nilai rohani dan maknanya dengan benar, jangan hanya dilihat dari segi materi dan besarnya prosesi Otonan tersebut karena faktor keikhlasan dan sikap sang anak atau yang di otonlah nilai prosesi otonan tersebut dititik beratkan.
 
Tidak akan berguna atau bermanfaat sebuah prosesi Otonan, apabila sang anak tidak menghormati sang guru rupaka (orangtua) dan akan sia-sia pula otonan tersebut jika dilandasi kesombongan seperti pamer kepada tentangga.
 
Otonan harus dapat merubah perilaku yang tidak benar menjadi tindakan yang santun, hormat, bijaksana dan welas asih baik kepada orang tua, saudara, dan masyarakat.
 
Otonan yang dilaksanakan dengan sadhana akan mengarahkan orang tersebut kepada realisasi diri yang tertinggi. Karena dalam upacara otonan terkandung makna bahwa kita berasal dari Brahman dan harus kembali kepadaNya.
 
 
Menetapkan Otonan Hindu Bali
 
Dikutip dari Lontar Pawacakan dan Lontar Jyotisha, penetapan otonana tidaklah boleh asal-asalan dan tidak boleh salah, sebab berakibat kurang baik untuk perjalanan sang anak dalam melaksanakan karma wasana menempuh kehidupan di dunia ini.
Tujuan dari prosesi Otonan sudah jelas yakni mengucap rasa syukur kita kepada Sanghyang Widhi Wasa, sebab berkat perkenan-Nya lah Atman atau roh ini bisa bereinkarnasi kembali kedunia ini menjadi manusia yang sempurna dan memperbaiki karma buruk yang kita lakukan pada kehidupan sebelumya, demi tercapainya Moksa.
Untuk menentukan Otonan Hindu Bali, kita harus berpatokan pada sistem kalender Saka Bali yaitu:
 
** Pergantian hari dan tanggal ketika matahari mulai terbit (antara jam 5-6 pagi),
 
** Otonan bisa juga ditentukan dari tanda-tanda kruyuk siap (bunyi ayam pertama kali dipagi hari),
 
** Pada daerah tertentu Otonan ditentukan juga/biasanya dari ketok kulkul dipagi hari,
 
** Lebih yakin dan jelasnya mencari otonan bisa langsung bertanya dengan orang pintar (balian/sedahan/dukun bali).
Banten Tataban Otonan/Ngotonin  => Lihat DISINI
Mantra/Doa Otonan atau Ngotonin  => Lihat Disini
 
Sumber artikel : Hindudharma, I Gst Ngrh Putra Eka, Intisari dan Wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.