Purnama Kedase

by -573 Views

Redsobek.com – Disebutkan dalam lontar Sundarigama jika Purnama Sasih Kedasa atau disebut Sasih Waisaka dilaksanakan pemujaan atau penghormatan kepada Sang Hyang Sunya Amerta yakni manifestasi Tuhan yang bersemayang di kahyangan.

Purnama Kedase

.

Pemujaan dilakukan pada Sanggah Kemulan, Sad Kahyangan, Tri Kahyangan dan lainnya. Sedangkan untuk sarana melaksanakan Purnama Kedasa bisa menggunakan suci, daksina, ajuman, dandanan aprangkat, ikan serba suci, canang wangi-wangi, reresik dan kelengkapan lainnya. Serta disesuaikan dengan wilayah dan kemampuan masing-masing.

Untuk segehan yang dihaturkan di bawah menggunakan Segehan Agung, Segehan Sasah 6 tanding dan menyertakan ikan bawang jahe. Umat Hindu bisa melaksanakan upakara Prayascita Luwih, Panyeneng dan Toonan. Untuk Purnama secara umum merupakan payogan dari Sang Hyang Candra.

Ini Juga disebutkan dalam Lontar Sundarigama sebagai berikut:

Mwah hana pareresiknira sang hyang rwa bhineda, makadi sang hyang surya candra, yatika nengken purnama mwang tilem, ring purnama sang hyang ulan mayoga, yan ring tilem sang hyang surya mayoga.

Artinya: Ada lagi hari penyucian diri bagi Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang juga disebut Sang Hyang Rwa Bhineda, yaitu saat tilem dan purnama.

Saat purnama adalah payogan Sang Hyang Wulan (Candra), sedangkan saat tilem Sang Hyang Surya yang beryoga. Selain itu, pada rainan Purnama juga baik digunakan untuk menyucikan diri.

Jika hendak melakukan sedekah, Purnama juga waktu yang tepat.

Sarasamuscaya, 170 menyebutkan sebagai berikut:

Amatsaryam budrih prahurdanam dharma ca samyamam, wasthitena nityam hi tyage tyasadyate subham. Nihan tang dana ling sang Pandita, ikang si haywa kimburu, Ikang si jenek ri kagawayaning dharmasadhana, apan yan langgeng ika, nitya katemwaning hayu, pada lawan phalaning tyagadana.

Artinya:
Yang disebut dana (sedekah) kata sang pandita, ialah sifat tidak dengki (iri hati), dan yang tahan berbuat kebajikan (dharma) sebab jika terus menerus begitu, senantiasa keselamatan akan diperolehnya, sama pahalanya dengan amal yang berlimpah-limpah.

Sloka Manawa Dharmasastra Bab I. 96 mengungkap esensi kemanusiaan menurut Agama Hindu. Sloka tersebut berbunyi: “di antara sesama Ciptaan Tuhan, yang berjiwalah yang lebih utama, di antara yang berjiwa yang hidup dengan pikiranlah yang lebih utama, di antara yang hidup dengan pikiran, manusialah yang lebih utama, di antara manusia tak ada yang melebihi mereka yang berkualitas Brahmana”.

.

Informasi Terkait Purnama Kedase:

=> Pepeson Banten Piodalan Alit Purnama Kedase

=> Sri Aji Kepakisan dan Arya Kepakisan

.

Sloka Manawa Dharmasastra tersebut memberikan pemahaman dan refkelsi terkait hakikat kemanusiaan sebagai berikut:

Pertama, pemahaman bahwa manusia memiliki keistimewaan berupa kemampuan dalam menggunakan pikirannya untuk mengembangkan peradaban yang lebih tinggi dari makhluk lainnya.

Dalam agama Hindu, manusia memiliki Sabda, Bayu dan Idep, sedangkan makhluk selain manusia hanya memiliki Sabda dan Bayu. Melalui idepnya, sabda dan bayu bertranformasi.

Sabda artinya bunyi atau suara, dari suara jadilah tanda, dari tanda jadilah simbol. Bayu adalah energi, dari energi jadilah dia kerja, dari kerja jadilah karya.

Pentingnya kegunaan pikiran yang mengikuti nalariah ini telah banyak dibahas di berbagai penelitian dan diterbitkan dalam buku-buku populer. Misalnya, Buku “Sapiens” karya Yuval Noah Harari.

Manusia mampu merekam ragam implus dari luar dirinya, kemudian menyimpan dan mengolahnya, serta mencoba untuk merekayasa dan memecahkan masalah.

Hasil dari pemecahan masalah ini kemudian dijadikan pedoman hidup. Tidak berhenti di sana, jawaban yang telah diperoleh diturunkan ke generasi berikutnya. Generasi baru tersebut menggunakan daya kreativitas atas jawaban masalah leluhurnya.

Inilah keistimewaan manusia, selalu menemukan jawaban baru atas masalah klasik sehingga peradaban terus berlanjut, berkembang, bergerak ke arah beradab.


Percaya dan yakinlah bahwa semua yang ada di kehidupan duniawi ini adalah titipan, tapi jangan juga terlalu terlena akan hal itu. Berbuatlah layaknya seorang manusia yang berada di jalan “Dharma” atau kebenaran.

.

Narasi Purnama Kedase => BK8Bali.Com

=> Anggara Kasih Perangbakat: Piodalan Pura Dalem Tampuagan Karangasem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.