Sejarah Pura Dalem Agung Arya Kepakisan

by -99 Views

Redsobek – Sejarah Pura Dalem Agung Shri Nararya Kresna Kepakisan,. Jika ditelisik Pura Dalem Agung merupakan pura dalem kawitan dari prati sentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan,. yakni Patih Agung dari Adi Pati Bali, Dalem Ketut Sri Kresna Kepakisan, yang beristana di samprangan Bali dari tahun 1352-1380 Masehi.

Sejarah Pura Dalem Agung Arya Kepakisan
Sejarah Pura Dalem Agung Arya Kepakisan

Pura Dalem Agung di bangun oleh Pasemetonan Shri Nararya Kreshna Kepakisan,. dibawah pimpinan Kyai Agung Petandakan, Patih Agung dari Dalem Sri Aji Waturenggong,. yang memerintah dari Gelgel pada tahun 1460-1558 Masehi.

Pada awal abad ke -16 dinamai Pura Dalem Dukuh, karena berlokasi didaerah pedukuhan. Yang di-Stanakan di pura Dalem Dukuh adalah Ida Betara Kawitan Shri Nararya Kreshna Kepakisan.

….

Pada saat itu yang memimpin tata cara upacara keagamaan adalah Dang Hyang Nirarta. yang datang ke Bali pada tahun 1489 Masehi.

Pada jaman pemerintahan Dalem Shri Pemayun Bekung di Gelgel pada tahun 1558-1580 masehi,. terjadi gerakan mebalik dari Kyai Agung Batan Jeruk dan kemudian gugur di Desa Pemayong pada tahun 1489 Masehi.

….

Jabatan Patih Agung di pegang oleh Kyai Agung Manginte. Pada akhir abad ke -16 Masehi, Kyai Agung Dimade mengadakan penyempurnaan bangunan pelinggih. di Pura Dalem Dukuh, dengan mendirikan lagi sebuah gedong tempat Stana Ida Pangeran Made Asak yang seda di Kapal.

….

Dan Untuk mengenang panugrahan Ida Betara Dalem Dukuh di kapal, dimana Ida sering melakukan semedi. Sebagai pengganti kedudukan Dalem Dimade yang telah mengungsi. ke Dalem Bulian Bangli.

Kyai agung Dimade menduduki tahta Kerajaan Gelgel dengan Abhiseka I Gusti Agung Maruti 1651-1677 Masehi.

….

Tahun 1677 Masehi, pasukan I Dewa Jambe Putra Dalem Dimade,. dapat menaklukan pasukan I Gusti Agung Maruti dan diikuti oleh pengikut beliau yang masih setia,. I Gusti Agung Maruti mengundurkan diri kedaerah Jimbara pada tahun 1677 Masehi. .

Mulai saat itulah, Pura Dalem Dukuh dijaga dan di emong oleh sekelompok Prati Sentana treh Ida Betara Kawitan Pangeran Nyuh Aya. dengan cara nyineb wangsa. Mereka kini sudah terhimpun dalam suatu badan yaitu Banjar Dukuh Nyuh Aya di Desa Gelgel.

….

Pada tahun 1963 Masehi, Terjadi bencana alam yaitu meletusnya Gunung Agung, laharnya menghanyutkan Pura Ddalem Dukuh dan Pura-Pura lainnya. Tapakan Ida Betara Kawitan berupa Pratima pernah di-Stanakan untuk sementara di puri Keramas.

….

Pada tahun 1983 Masehi, para penggagas pemugaran menghadap para pemikir seperti : Puri mengwi,. Keramas, Medahan, Jembrana, Karangasem, Ubud dan lain-lainya,. dengan tujuan menyatukan kembali Prati Sentana dari Ida Betara Kawitan dengan berlandaskan pada Srada dan Bakti terhadap leluhur.

….

Pada tanggal 9 Desember1984 mulai melakukan persiapan-persiapan. dan baru pada tanggal 1 Maret 1985 mulai melaksanakan upacara Pengruak dari mulai melaksanakan pembangunan fisik. Mulai sejak itu berdatanganlah Prati Sentana Ida dari seluruh Bali ngaturang Bakti ring Ida Betara Kawitan.

….

Untuk mengantisipasi perkembangan pasemetonan maka dibentuklah kepengurusan Pusat sampai kabupaten/kota seBali. Setelah berjalan 10 tahun tepatnya pada tanggal 12 Nopember 1994,. pasemetonan dapat merampungkan pemugaran dan pada saat itu diadakan upacara agung memungkah dan ngeteg linggih.

….

Pada Waktu itu Diadakan :

  • Men-Stanakan kembali Ida Betara Kawitan Shri Nararya Kreshna Kepakisan pada bangunan pelinggih meru tumpang sia (9),.Sedangkan leluhur yang dilainnya di-Stanakan di Gedong Dalem diantaranya, Pangeran Nyuh Aya, Pangeran Asak dan para leluhur lainnya yang meninggal di Gelgel.

….

  • Mengganti nama Pura kawitan dari Pura Dalem Dukuh menjadi Pura Dalem Agung Kawitan Prati Sentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan.

….

Sebagai Pengemong adalah Prati Sentana Shri Nararya Kreshna Kepakisan.

Hari pujawali atau hari piodalan adalah tetap dilaksnakan pada hari Tumpuk Saninscara Kliwon Wuku Kuningan. dan dilaksanakan setiap 6 bulan sekali.

Baca Artikel Terkait:

….

Diringkas dan disajikan oleh:

I Gusti Agung Made Nami

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.